Seperti mendapat mukjizat, Daniel Mananta menyebut obrolannya dengan UAS telah diarahkan oleh Tuhan.
"Menurut gue, mungkin itu semua adalah bagian dari rencana Tuhan. Ketika gue ngomong, padahal otak gue lagi blank banget, satu setengah jam obrolan kita itu udah dalam lindungan Tuhan. Diarahkan," pungkasnya.