Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Badak Bermanfaat Bagi Kehidupan Manusia sehingga Perlu Dijaga dari Ancaman Kepunahan

Siswanto Kamis, 22 September 2022 | 16:28 WIB

Badak Bermanfaat Bagi Kehidupan Manusia sehingga Perlu Dijaga dari Ancaman Kepunahan
Ilustrasi badak. (Unsplash.com/Jeffrey Hamilton)

Keberadaan badak berdampak kepada alam yaitu dapat menyebarkan benih untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

SuaraBanten.id - Badak tidak hanya memberikan dampak secara ekologi, tapi bermanfaat kepada kehidupan manusia sehingga perlu dijaga dari ancaman kepunahan, kata Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia Rika Anggraini terkait peringatan Hari Badak Sedunia.

"Tak hanya memberikan dampak ekologi, badak juga memberikan manfaat kepada kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Badak juga merupakan simbol kebanggaan bangsa Indonesia yang harus dijaga," kata Rika dalam pernyataan pers, hari ini.

Keberadaan badak berdampak kepada alam yaitu dapat menyebarkan benih untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Badak merupakan satwa pemakan semak dan pucuk daun sehingga merangsang tumbuhnya pucuk-pucuk baru, dengan pucuk daun baru dapat menyerap karbon dioksida lebih banyak dari pucuk tua.

Dalam Hari Badak Sedunia, yang diperingati setiap 22 September, dia mengingatkan bahwa lima jenis badak di dunia berada kondisi terancam punah dan masuk kategori kritis dalam Daftar Merah IUCN. Termasuk juga dua jenis badak yang berasal dari Indonesia yaitu badak sumatera dan badak jawa.

Baca Juga: Mengenal Bacuya, Maskot Piala Dunia U-20

Badak sumatera, yang merupakan badak terkecil di dunia, dapat dijumpai di Pulau Sumatera baik di alam liar maupun kawasan konservasi seperti Taman Nasional Gunung Leuser dan Bukit Barisan.

Sementara habitat badak jawa, yang memiliki keunikan bercula satu, terfokus di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Populasi badak sumatera diperkirakan berada di kisaran kurang dari 100 individu di alam, berdasarkan Population and Habitat Viability Analysis (PHVA) pada 2016 dan hanya ditemukan di Indonesia. Sedangkan badak Jawa berjumlah sekitar 75 individu, berdasarkan data KLHK pada 2021.

Keduanya sama-sama berstatus kritis, berdasarkan Daftar Merah IUCN.

Upaya pemulihan populasi badak terus dilakukan pemerintah bekerja sama dengan beberapa pemangku kepentingan, termasuk KEHATI.

Baca Juga: Kenalan sama Bacuya Yuk, Maskot Piala Dunia U-20 2023 yang Resmi Rilis

Rika menyoroti pentingnya peran semua pihak untuk terus mengampanyekan pelestarian badak Sumatra dan badak Jawa di era digital seperti sekarang.

"Masih eksisnya kedua jenis badak ini merupakan kebanggaan tersendiri di tengah kepunahan koleganya di negara tetangga. Namun tentu kita tidak boleh berpuas diri. Dukungan dari semua pihak tetap diperlukan agar badak Sumatra dan badak Jawa tetap lestari," tuturnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait