facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Seratus Ribu Lebih Warga Jakarta Tergolong Miskin Ekstrem, Kesenjangan Sosial Tinggi

Erick Tanjung Rabu, 22 Juni 2022 | 19:30 WIB

Seratus Ribu Lebih Warga Jakarta Tergolong Miskin Ekstrem, Kesenjangan Sosial Tinggi
Ilustrasi--Sebanyak 135.345 warga Ibu Kota tergolong penduduk miskin ekstrem. (Antara/Rivan Awal Lingga)

"Ini perlu mendapat perhatian khusus karena DKI Jakarta saat ini masih mencatat jumlah penduduk dengan kemiskinan ekstrem sebesar 132.345 jiwa," kata Suhajar.

SuaraBanten.id - Sebanyak 135.345 warga Ibu Kota tergolong penduduk miskin ekstrem sehingga harus mendapat perhatian serius. Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro dalam Rapat Paripurna HUT DKI di DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/6/2022).

"Ini perlu mendapat perhatian khusus karena DKI Jakarta saat ini masih mencatat jumlah penduduk dengan kemiskinan ekstrem sebesar 132.345 jiwa," kata Suhajar.

Ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencermati permasalahan sosial itu mengingat pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap ketimpangan pendapatan.

Ketimpangan pendapatan, kata dia, tercermin dari Gini Ratio DKI Jakarta yang memburuk, dari 0,399 di 2020 menjadi 0,409 pada 2021.

Baca Juga: Pertemuan Ketum Nasdem dan Presiden PKS Menyebut Anies Baswedan

"Masalah ini memerlukan keseriusan karena ketimpangan pendapatan berkorelasi kuat dengan kesenjangan sosial yang dapat menciptakan kerawanan, terutama di kota besar seperti Jakarta," ujarnya.

Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan ekstrem sebagai kondisi pengeluaran penduduk per hari di bawah 1,90 dolar AS.

Meski begitu, kata dia, Jakarta berhasil menurunkan jumlah orang miskin dari 4,69 persen di tahun 2020 menjadi 4,67 persen pada tahun 2021. Namun pencapaian itu, kata dia, masih belum memenuhi target yang ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, yaitu 3,85 persen.

Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia atau IPM DKI Jakarta telah menunjukkan kinerja yang baik. IPM DKI Jakarta tahun 2022 mencapai 81,11, naik 0,42 persen dibanding pada 2020 yang sebesar 80,77.

Meski demikian, Suhajar menambahkan, pencapaian ini masih sedikit di bawah target yang ditetapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, yaitu 81,20 persen sehingga masih tersedia ruang untuk terus bekerja lebih baik.

Baca Juga: Menhub Ingin Ada Kereta Gantung di Ibu Kota Nusantara

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berada di posisi teratas dan satu-satunya provinsi dengan nilai IPM di atas 80 sejak tahun 2017 atau kategori sangat baik," katanya. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait