facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Benarkah Makan Sambil Bermain Ponsel Bisa Menyebabkan Obesitas? Simak Penjelasannya

Hairul Alwan Selasa, 17 Mei 2022 | 01:10 WIB

Benarkah Makan Sambil Bermain Ponsel Bisa Menyebabkan Obesitas? Simak Penjelasannya
Ilustrasi obesitas. [unsplash]

Pada tahun 2019 lalu, para ilmuwan menemukan bahwa penggunaan ponsel saat makan bisa menambah lebar lingkar pinggang.

SuaraBanten.id - Tak sedikit kalangan yang mengeluhkan bertambahnya lemak seiring bertambahnya usia. Lemak perut ini biasanya dihasilkan dari asupan kalori yang berlebihan, ditambah dengan gaya hidup yang tidak banyak bergerak hingga menyebabkan obesitas.

Menurut penelitian makanan tertentu bisa menyebabkan konsumsi kalori berlebihan. Obesitas ini merupakan tantangan kesehatan yang terus berkembang dan berhubungan erat dengan kondisi kesehatan lainnya, seperti diabetes.

Seringkali, keseimbangan hormonal bisa menyebabkan akumulasi lemak berlebih. Tapi, faktor gaya hidup tetap menjadi penyebab utama obesitas.

Pada tahun 2019 lalu, para ilmuwan menemukan bahwa penggunaan ponsel saat makan bisa menambah lebar lingkar pinggang.

Baca Juga: Diduga Kelaparan, Buaya Memakan Gabus di Pantai Ketapang Viral di Instagram

Tim peneliti memiliki hipotesis bahwa penggunaan ponsel bisa menyebabkan kelebihan kalori dengan mencegah otak mencatat berapa banyak makanan yang dicerna.

Para peneliti mengatakan gangguan ini menyebabkan wanita dan pria mengonsumsi kalori yang lebih banyak 15 persen.

Terlebih lagi, tim peneliti mengamati kecenderungan yang lebih tinggi untuk mengonsumsi makanan berlemak di antara sukarelawan yang menggunakan ponsel.

“Bukan hanya apa yang Anda makan, tapi bagaimana Anda memakannya. Makanlah makanan Anda sambil duduk dan hindari penggunaan ponsel pada waktu makan,” kata Dr Elisabeth Philipps dikutip SuaraBanten.id dari suara.com.

Penelitian yang dilakukan pada sampel 62 sukarelawan, usia 18 hingga 28 tahun diminta untuk makan sendirian.

Baca Juga: Riset: Ponsel Bikin Kesehatan Mental Menurun di Usia 18-24 Tahun

Peserta juga diminta untuk memilih di antara makanan yang sehat dan tidak sehat sampai merasa kenyang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait