alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

TEGAS! Sujiwo Tejo Soal Santri Tak Mau Dengar Musik: Kubela yang Tak Mau Mendengar Musik

Hairul Alwan Rabu, 15 September 2021 | 09:51 WIB

TEGAS! Sujiwo Tejo Soal Santri Tak Mau Dengar Musik: Kubela yang Tak Mau Mendengar Musik
Sujiwo Tejo soal korupsi. (YouTube/Indonesia Lawyers Club)

Aku suka musik dan hidup antara lain dari musik pula, tapi kubela hak siapapun untuk tak mau mendengarkan musik, ujar Sujiwo Tedjo.

SuaraBanten.id - Budayawan Sujiwo Tejo ikut angkat suara soal Santri penghafal Alquran tutup kuping saat ada musik yang belakangan dikomentari beberapa publik figur. Beberapa pihak menganggap hal tersebut berlebihan, namun banyak juga yang meminta untuk memahami dan menghargai pilihan mereka.

Sujiwo Tejo sindir pihak yang permasalahkan hal tersebut. Sujiwo Tejo bahkan menyinggung demokratis dalam melihat suatu fenomena. Jika itu dilakukan ia yakin tak ada pihak yang menertawakan apalagi merendahkan santri-santri tersebut.

“Jangan ngaku demokratis bila ketawa-ketawa ngece melihat mereka menutup telinganya dari musik. Itu hak mereka, hargai,” tulis Tejo, dikutip Rabu (15/9/2021).

Ia mengakui, sosok Sujiwo Tejo dan musik bagaikan dua hal yang tak terpisahkan. Sebab, sejak dulu dia telah menyenangi musik dan turut memainkannya. Namun, jika ada pihak tertentu yang memilih tak mendengarkan musik, dia bisa menerimanya.

Baca Juga: Santri Penghafal Alquran Tutup Kuping Saat Ada Musik, Deddy Corbuzier Diserang Netizen

“Aku suka musik dan hidup antara lain dari musik pula, tapi kubela hak siapapun untuk tak mau mendengarkan musik,” terangnya.

Komentar Yenny Wahid soal santri tolak dengarkan musik

Senada dengan Sudjiwo Tedjo, putri Gus Dur, Yenny Wahid meminta publik tak menghakimi santri tersebut dengan berbagai stigma negatif. Apalagi, sampai menyebut mereka radikal dan mengarah pada ideologi terorisme.

“Santri ma’had tahfidz Quran menutup kuping ketika melakukan vaksinasi. Banyak yang mengkritik mereka, bahkan mengatakan mereka radikal,” tutur Yenny.

“Yuk kita lebih proporsional dalam menilai orang lain. Janganlah kita dengan gampang memberi cap seseorang itu radikal, seseorang itu kafir dan lain-lain. Menyematkan label pada orang lain hanya akan membuat masyarakat terbelah,” lanjutnya.

Baca Juga: Sujiwo Tejo Tanggapi Karangan Bunga Dukung Interpelasi Anies: Agamawan Saja jadi Guyonan

Yenny mengajak masyarakat bisa lebih memahami satu sama lain dan tidak saling menuding. Sebab, di tengah perbedaan nilai, kita sejatinya masih bisa bersatu.

Baca Juga

Berita Terkait