facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ustaz Yahya Waloni Ngamuk Soal Kabar Dirinya Meninggal, Tuding Komunis di Belakangnya

Hairul Alwan Jum'at, 20 Agustus 2021 | 07:15 WIB

Ustaz Yahya Waloni Ngamuk Soal Kabar Dirinya Meninggal, Tuding Komunis di Belakangnya
Ustaz Yahya Waloni ucap takbir. [twitter]

Mengetahui kabar tersebut, Ustaz Yahya Waloni ngamuk. Bahkan Yahya Waloni tuding komunis dibelakangnya.

SuaraBanten.id - Pendakwah mualaf Ustaz Yahya Waloni akhirnya buka suara terit kabar dirinya meninggal dunia.

Kabar Ustaz Yahya Waloni meninggal dunia hingga Ustaz Abdul Somad atau UAS terpukul baru-baru ini menyebar dan menjadi perbicangan publik.

Mengetahui kabar tersebut, Ustaz Yahya Waloni ngamuk. Bahkan Yahya Waloni tuding komunis dibelakangnya.

Dalam kesempatan itu, Yahya Waloni bantah positif Covid-19. Yahya Waloni sampai membuat video khusus dengan klarifikasi lengkap di kanal YouTube resminya, Ustadz Yahya Waloni Official.

Baca Juga: Disebut Menteri Agama Dajjal, Gus Yaqut Disarankan Syahadat Ulang Gegara Pernyataan Ini

Yahya Waloni menuding orang yang pertama kali menyebarkan berita palsu itu berbohong atas nama agama dan kemanusiaan.

Yahya Waloni terbaring sakit memakai selang oksigen [Tangkapan layar Twitter]
Yahya Waloni terbaring sakit memakai selang oksigen [Tangkapan layar Twitter]

Awalnya Yahya Waloni memastikan bahwa berita bahwa dirinya telah terjangkit Covid-19 sepenuhnya salah, yaitu kebohongan.

Sebab, sejak virus masuk ke Indonesia, ia selalu meragukan kebenarannya. Sekarang ia pun mengaku dalam keadaan sehat.

"Itu lari sama saya, selama dua tahun saya tak pernah pakai masker. Saya ceramah di mana-mana, enggak takut saya. Soalnya saya tahu, itu omong kosong semua," terang Yahya Waloni, sebagaimana dikutip dari terkini.id-Jaringan Suara.com Kamis, 19 Agustus 2021.

Menurut Yahya Waloni, di Brunei Darussalam, pejabat dan warga tidak diwajibkan memakai masker.

Baca Juga: Gawat! Dua Warga Baduy Positif Covid-19, Bergejala Pasca Melahirkan

Namun, negara berpenduduk mayoritas Muslim itu baik-baik saja dan tidak ada ledakan kasus seperti di Indonesia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait