Selain fungsi umum dari rumah adat, Sulah Nyanda juga menggambarkan kesederhanaan yang identik dengan suku Baduy. Bangunan dari rumah adat ini terdiri atas
![Sejumlah warga Baduy Dalam berjalan menuju kota Rangkasbitung di Lebak, Banten, Jumat (21/5/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/21/34953-tradisi-seba-baduy-digelar-terbatas.jpg)
1. Sosoro atau atau bagian depan yang berfungsi untuk ruangan penerima tamu. fungsi lainnya yaitu digunakan sebagai tempat bersantai dan menenun kaum hawa.
2. Tepas atau bagian tengah digunakan untuk tempat tidur atau pertemuan keluarga.
3. Imah atau bagian belakang digunakan untuk tempat masak serta tempat menyimpan hasil ladang dan beras, dan dilengkapi lubang pada lantainya yang berfungsi sebagai sirkulasi udara dikarenakan pada rumah adat ini tidak dibuat jendela yang mengharuskan penghuninya untuk pergi keluar.
Baca Juga:Sejarah Berdirinya Kerajaan Banten, Bermula dari Penyebaran Islam Hingga Adu Ayam Sakti
![Sejumlah warga Baduy Dalam berjalan menuju kota Rangkasbitung di Lebak, Banten, Jumat (21/5/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/05/21/81437-tradisi-seba-baduy-digelar-terbatas.jpg)
Secara keseluruhan konsep bangunan rumah Sulah Nyanda menggunakan konsep ekologis.
Selain bahan konstruksi yang digunakan berasal dari alam, suku Baduy juga membangun sistem drainase yang alami dengan cara hanya menyusun batu kali di sekeliling rumah, sehingga akan menahan tanah tidak tergerus oleh air.
Kontributor : Kiki Oktaliani