3. Jangan mengasihani diri sendiri.
Mengasihani diri sendiri karena tidak berangkat haji akibat pandemi hanyalah membuat Anda semakin terlihat tidak berdaya, padahal yang mengalami ini bukan hanya Anda seorang.
Tapi buatlah pemahaman realistis, misalnya 'inilah risikonya giliran berangkat ke tanah suci masih dalam keadaan pandemi Covid-19'.
4. Bersimpati pada diri sendiri
Baca Juga:Nyesek Lihat Suami Menikah Lagi, Nangis Sampai Doa Komat-kamit
Mengasihani berbeda dengan bersimpati, karena mengasihani berarti tidak berdaya. Sedangkan bersimpati, yaitu bersikap tidak terlalu memaksakan diri karena sedang terluka akibat tidak bisa pergi haji.
Tapi ingat jangan pernah menyalahkan diri sendiri, karena tidak ada satupun jemaah haji yang mau waktu keberangkatannya ke tanah suci semakin tertunda. Hanya saja situasi yang tidak memungkinkan dan Anda jadi salah seorang yang mengalaminya.
5. Ubah sudut pandang atau perspektif
Jangan hanya melihat satu sisi Anda gagal pergi haji, tapi lihatkan sisi positif lainnya. Misalnya Anda jadi terhindar dari sakit Covid-19, punya banyak waktu untuk mempersiapkan fisik, mental hingga keuangan dan itu harus disyukuri.
Baca Juga:Tambah 906 Pasien, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Capai 432.799 Orang