SuaraBanten.id - Melihat Sejarah Masjid Agung Banten Karya Arsitektur Cina dan Belanda
Masjid Agung Banten tak terlepas dari karya arsitektur Cina dan Belanda. Majid Agung Banten menjadi salah satu destinasi Wisata Banten. Dilihat dari arsitiketur Masjid Agung Banten sudah sangat berumur.
Banten salah satu provinsi yang berdekatan langsung dengan ibu kota, kaya destinasi pariwisata yang banyak dikunjungi para wisatawan, mulai dari wisata alam, kuliner wisata edukasi bahkan wisata religi.
Destinasi wisata di Banten tak hanya terkenal dengan wisata pantai yang indah kerap kali di kunjungi para wisatawan, tetapi wisata religi salah satunya Masjid Agung Banten. Masjid ini selama satu masjid tertua di Indonesia yang kaya dengan nilai sejarah, sebab itulah banyak penziarah yang berdatangan dari berbagai daerah. Konon masjid ini dibangun oleh arsitek dari Cina dan Belanda.
Baca Juga:Awas Copet! Pengunjung Harap Hati-hati di Wisata Ziarah Banten Lama
Masjid ini menjadi sejarah sebagai tempat penyebaran Islam di tanah jawara, bahkan kini masjid tersebut sering menjadi top of mind tentang Banten, di samping itu bentuk menaranya yang sangat mirip dengan bentuk sebuah bangunan mercusuar.
Bangunan bersejarah ini berdiri megah ini terletak di Desa Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Lokasinya sekitar 10 kilometer sebelah utara Kota Serang. Akses ke lokasi dapat dituju dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Dari terminal Terminal Pakupatan, Serang menggunakan bis jurusan Banten Lama atau mencarter mobil angkutan kota menuju lokasi selama lebih kurang setengah jam.
Arsitektur dan Bangunan Masjid Agung
Dikutip dari situs Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pitu (DPMPTS) Provinsi Banten, salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda Tiongkok yang juga merupakan karya arsitek Tionghoa yang bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.
Masjid Agung Banten juga memiliki paviliun tambahan yang terletak di sisi selatan bangunan inti Masjid ini. Paviliun dua lantai ini dinamakan Tiyamah. Berbentuk persegi panjang dengan gaya arsitektur Belanda kuno, bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel.
Baca Juga:Waspada Copet Wisata Ziarah Banten Lama, pelaku Pake Sorban dan Kerudung
Di masjid ini juga terdapat kompleks pemakaman sultan-sultan Banten serta keluarganya. Yaitu makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin, dan lainnya