Beberapa waktu lalu, sebelum masuk bulan suci Ramadhan, Sabulloh mengungkapkan, bahwa pihaknya pernah menangkap copet yang sedang beraksi.
"Waktu itu, ibu-ibu, setelah ketangkap kami bawa ke kantor lalu kami tulis di kertas 'SAYA COPET' kemudian kami arak itu keliling Banten Lama," ungkapnya.
Sabulloh kembali mengungkapkan, dalam setahun terakhir ini sudah 5 sampai 7 peristiwa pencopen terjadi. Hal itu, membuat pihaknya sering melaksanakan patroli di wilayah rawan-rawan copet.
"Misalkan nich, bulan kemarin ada copet 1 terus kita tangkap, terus 2 sampai 3 bulan itu gak ada lagi. Nanti kalau udah agak lama muncul lagi," ungkapnya.
Baca Juga:Momen Ariel NOAH Dipeluk Bunga Citra Lestari, Netizen Doakan Semoga Jodoh
Kedati demikian, untuk mengamankan wilayahnya itu, pihaknya sudah melakukan pengawasan melalui camera pengawas atau CCTV di tempat-tempat rawan. Jika terjadi tindakan pihaknya langsung melakukan pengejaran.
"Kita sudah siapkan CCTV nich mas sebanyak 32 titik di setiap penjuru. Jadi insya alloh aman dan sekalipun ada kita bisa eksekusi," tandasnya.
Sabulloh juga menunjukan, banyaknya KTP dan kartu-kartu lainnya milik para pengunjung yang kecopetan.
"Nih mas, banyak disini juga KTP, dan kartu lainnya milik pengunjung. Jadi kalau pencopet itu hanya mengambil dalem dompetnya saja, sementara identitasnya di buang," tunjuknya.
Salah seorang pengunjung, Hamdani mengungkapkan, dirinya sudah menyadari hal itu bahwa di setiap keramaian itu pasti terjadi tindakan kejahatan.
Baca Juga:Kades Kepuhkembeng Beberkan Calon Istri UAS, Namanya Fatimah Az Zahra
"Iya mas, bukan hanya disini aja sih copet mah di setiap orang banyak juga pasti ada copetnya, karena itulah kesempatan mereka," kata Hamdani saat ditemui di Banten Lama.