"Jangan jangan yg disangka radikal karena sholat 5 waktu ke mesjid, aktif pengajian, pakai celana gantung, pakai jenggot, pakai kerudung panjang (wanita)."
Untuk itu, Tengku Zul pun menyampaikan bahwa Pemerintah wajib mengevaluasi ucapan Menpan RB, Tjahjo Kumolo.
"Pemerintah wajib evaluasi ucapan sang Menteri...," pungkas Tengku Zul.
Cuitannya tersebut kontan ramai dikomentari oleh netizen. Bahkan beberapa ada yang menudingnya telah bersuuzan.
Baca Juga:Makam 7 Sumur 7 di Lebakwana Kramatwatu, Banyak Disalahgunakan Paziarah
"Tuduhan² ustad tersebut bisa berbau su'udzon krn menggunakan kata "jangan-jangan" yg bermaksa sesuatu yg belum terbukti kebenarannya... Mohon ma'af hny mengingatkan saat ini kita sedang berpuasa ustad," ujar akun W170no, sebagaimana dikutip terkini.id.
"Puasa2 masih juga bikin hasutan aja kamu zul,,gitu mau di bilang uztad,,haacchhh...," timpal akun Zooem5.
"Waduh tadz jang pakai kata "jangan jangan" dong kok seolah olah penggiringan opini, bulan adem ini tadz, maaf," tanggap akun Nofikriwiel.