alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Protes Yahya Waloni dan UAS Tak Ditindak, Eko Kuntadhi Pertanyakan Laporan

Hairul Alwan Senin, 19 April 2021 | 15:17 WIB

Protes Yahya Waloni dan UAS Tak Ditindak, Eko Kuntadhi Pertanyakan Laporan
UAS, Jozeph Paul Zhang, dan Yahya Waloni [Terkini.id]

"Joseph Wang jadi buronan interpol. Orang protes. Mempertanyakan Waloni dan Somad kok gak ditindak?," ungkap Eko Kuntadhi.

SuaraBanten.id - Protes Netizen Yahya Waloni dan UAS Tak Ditindak, Ini Jawaban Tegas Kuntadhi

Protes netizen atas Yahya Waloni dan Ustaz Abdul Somad (UAS) tidak diproses sementara Jozeph Paul Zhang sedang diburu polisi dijawab oleh Eko Kuntadhi.

Belakangan dikabarkan ketiga orang itu menghina ajaran agama lain. Jozeph Paul Zhang menghina Islam sementara Yahya Waloni dan UAS menghina Kristen.

Eko Kuntadhi mengungkapkan kasus Jozeph Paul Zhang memang dilaporkan oleh Husin Shahab dari Muannas Alaidid Law Firm. Ia pun mempertanyakan protes itu apakah telah ada yang melaporkan Yahya Waloni dan UAS. Untuk

Baca Juga: Hina Rasulullah Cabul, Jozeph Paul Zhang Punya Nama Samaran, Shindy Paul

"Joseph Wang jadi buronan interpol. Orang protes. Mempertanyakan Waloni dan Somad kok gak ditindak? Gak adil! Emang Waloni dan Somad sudah ada yang laporin? Jangan-jangan gak pernah dilaporin," cuit @eko_kuntadhi Senin (19/4 2021)

"Kalau Rizieq, pernah. Pernyataanya soal 'bidan' itu. Ada pihak yg lapor polisi," lanjutnya.

Sebelumnya, ia menanggapi sebuah cuitan yang mempertanyakan Yahya Waloni dan UAS.

"Dukung @DivHumas_Polri yang LANGSUNG BERGERAK soal penistaan agama. Btw, gimana Laporan atas ust. yahya waloni yang bahkan TIAP CERAMAHNYA TERUS HINA NON MUSLIM? (belum lagi abd somad & lainnya) Kalau laporan (yw) didiamkan, JUSTRU #Polri BANTU PENISTAAN AGAMA ITU SENDIRI," cuit @Parapat_Nixon.

Di bawa kolom komentar @Parapat_Nixon juga banyak yang mempertanyakan soal Yahya Waloni dan juga pihak-pihak lain yang dinilai menista agama.

Baca Juga: Mbah Mizan Ungkap Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Ternyata Ada di Negara Ini

Mereka menganggap bahwa hal itu merupakan bentuk ketidakadilan kepada minoritas.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait