alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bejat! Modus Ngajak Makan, Pria Ini Cekoki dan Cabuli Santri 16 Tahun

Hairul Alwan Kamis, 08 April 2021 | 07:05 WIB

Bejat! Modus Ngajak Makan, Pria Ini Cekoki dan Cabuli Santri 16 Tahun
Ilustrasi pencabulan. (Foto: via Batamnews.co.id)

"Tersangka membawa korban makan dan kemudian beristirahat di salah penginapan yang berada di Pelabuhan Rasau Jaya karena capek," Kasat Reksrim Polres Kubu Raya, AKP Jatmiko

SuaraBanten.id - Bejat, pria berinisial TN (41) tega cekoki dan cabuli santri berinsial WM (16) yang merupakan teman dari anaknya sendiri.

Akibat perbuatannya, TN diamankan oleh Aanggota Reskrim Polsek Rasau Jaya. Pelaku yang berdomisili di Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat tega mencabuli korban di hadapan sang anak di sebuah penginapan.

Kejadian bermula saat TN menjenguk anaknya di salah satu pondok pesantren di Rasau Jaya, Jumat (3/4/2021). Saat itu, sekira pukul 10.00 Wib, TN membawa anaknya dan korban berinisial WM ke kawasan Pelabuhan Rasau Jaya, Desa Rasau Jaya Umum. Dengan alasan mengajak anak dan WM untuk makan.

"Tersangka membawa korban makan dan kemudian beristirahat di salah penginapan yang berada di Pelabuhan Rasau Jaya karena capek (perjalanan jauh dari Terentang ke Rasau). Di sanalah perbuatan penyekapan dan pencabulan itu terjadi," jelas Kasat Reksrim Polres Kubu Raya, AKP Jatmiko, Rabu (7/4/2021).

Mengetahui kejadian ini, orang tua korban langsung membuat laporan ke Polsek Rasau Jaya. Setelah itu, anggota Unit Reskrim Polsek Rasau Jaya melakukan penyelidikan di lapangan dan mencari keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi.

"Anggota Unit Reskrim Polsek Rasau Jaya menemukan petunjuk yang mengarah ke tersangka. Selanjutnya Sabtu (4/4/2021) tim Unit Reskrim melakukan pengejaran. Sekira pukul 19.00 WIB tim melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya di Terentang," jelas Jatmiko.

Saat itu, TN diinterogasi singkat oleh petugas. Dia mengakui telah melakukan pencabulan disertai penyekapan dan ancaman kekerasan dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau.

"Sebelum dicabuli, korban disekap dan diancam oleh pelaku," beber mantan Kanit Jatanras Polresta Pontianak ini.

Sebelum berbuat bejat, TN terlebih dahulu memberikan minuman berisi racikan berbagai jenis obat sehingga korban pusing dan lemas.

"Saat setelah makan, racikan obat itu diberi ke korban. Karena kepala korban terasa pusing, selanjutnya korban dibawa ke sebuah penginapan yang berada di Pelabuhan Rasau Jaya untuk beristirahat," jelas Jatmiko.

Komentar

Berita Terkait