alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ratusan Warga Banten Meninggal Dalam Sehari, Dinkes: yang Sembuh Banyak

Hairul Alwan Senin, 05 April 2021 | 10:23 WIB

Ratusan Warga Banten Meninggal Dalam Sehari, Dinkes: yang Sembuh Banyak
Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti. (Iyus/BantenNews.co.id)

Kepala Dinas Kesehatan atau Kadinkes Banten Ati Pramudji Hastuti membantah adanya lonjakan kasus Covid-19 di Provinsi Banten.

SuaraBanten.id - Menurut data yang tercatat Kementerian Kesehatan dalam Laporan Media Harian Covid-19 Tanggal 4 April 2021 pukul 12.00 WIB, ratusan warga Banten meninggal dalam sehari gegera Covid-19. Meski demikian Dinkes Provinsi Banten mengklaim dalam sehari yang sembuh banyak.

Kepala Dinas Kesehatan atau Kadinkes Banten Ati Pramudji Hastuti membantah adanya lonjakan kasus Covid-19 di Provinsi Banten.

Per tanggal 4 April 2021, kasus konfirmasi sebanyak 103 dengan perincian, sembuh 94 orang, dirawat 9 orang dan tidak ada kasus meninggal dunia.

Ati juga merinci, total kasus konfirmasi Covid-19 di Banten mencapai 43.838 kasus. Sebanyak 40.525 dinyatakan sembuh, sebanyak 2.164 masih dalam perawatan dan sebanyak 1.149 dinyatakan meninggal.

Baca Juga: Rekor! 338 Warga Banten Positif Covid-19 Meninggal Dunia Dalam 1 Hari

Ati Pramudji Hastuti memastikan tidak ada lonjakan kasus konfirmasi Covid-19 di Provinsi Banten.

“Tidak ada kenaikan signifikan jumlah kasus Covid-19 di Banten pada pekan ini,” kata Ati Pramudji Hastuti melalui pernyataan tertulisnya.

Menurut Ati, data yang dirilis di pusat merupakan data lama yang baru terinput.

"Mengapa jumlah penambahan kasus Covid-19 di Banten seolah-olah naik signifikan pada pekan ini, karena data lama di Banten baru terinput di Aplikasi NAR Pusat (New All Record) dalam minggu ini. Sehingga seolah kasus di Banten naik signifikan," kata Ati Pramudji Hastuti, Minggu (4/4/2021).

Selama ini, kata Ati Pramudji Hastuti, ada perbedaan data antara data di pusat dengan data di Banten. Di mana data di Banten lebih banyak jika dibanding dengan data di pusat.

Baca Juga: Rusunawa Kasemen Jadi Tempat Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 Serang Banten

"Jadi data yang dilaporkan oleh Banten selama ini belum terinput seluruhnya di pusat. Oleh karena itu, sejak kamis kemarin pusat menyamai datanya dengan data yang di Banten. Sehingga dalam empat hari ini seolah kasus di Banten naik signifikan," ungkapnya.
Padahal, kata Ati, penambahan tersebut merupakan kasus lama yang baru terinput.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait