Ia dan warga lainnya menduga, jalan yang ambrol tersebut disebabkan oleh penurunan tanah karena gerusan air. Terlebih, jalan dengan kondisi tanah yang tidak padat itu juga kerap dilintasi oleh kendaraan besar.
“Badan jalan hampir semuanya yang ambrol nggak bisa dilintasi kendaraan karena berbahaya,” ungkap Asep, Minggu (14/3/2021).
Ia melanjutkan, khawatir ada pengendara yang terperosok, akses jalan tersebut ditutup sementara. Para pengendara roda dua terpaksa harus mencari jalur alternatif lain melalui perkampungan.
“Kalau untuk motor bisa lewat jalan kampung tapi kalau mobil nggak bisa harus muter arah,” pungkasnya.
Baca Juga:Minta Ojol Tak Abai Prokes Usai Divaksin, Zaki: Jangan Merasa Kayak Dewa