“Saya tak melihat seberapa kuat Moeldoko dan seberapa lemahnya beliau, yang saya lihat, dia cuma lihat sebuah kesempatan saja. Ketika ada kegelisahan di Partai Demokrat, Demokrat ini kan sedang ringkih, mau pecah karena ada arah jadi partai keluarga," ujarnya.
Namun, menurut dari info yang dihimpunnya sendiri, ia menyebut Moeldoko memang didekati sejumlah kader dan endiri Demokrat yang belakangan tidak satu suara dengan SBY.
“Dia kemudian menangkap dan coba masuk untuk bisa berperan lah di sana. Dan ternyata keinginan kader Demokrat ini tinggi juga. Namanya terus disamperi, ditawari, ya tergiur. Buat saya enggak ada yang salah,” katanya.
Baca Juga:Ingin Dipolisikan Kubu Moeldoko, Andi Mallarangeng: Mereka Kehabisan Akal