alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bikin Geger, BBKSDA Sebut Bayi Hiu Mirip Wajah Manusia Akibat Cacat Bawaan

Agung Sandy Lesmana Minggu, 28 Februari 2021 | 18:55 WIB

Bikin Geger, BBKSDA Sebut Bayi Hiu Mirip Wajah Manusia Akibat Cacat Bawaan
Bayi hiu putih di NTT mirip wajah manusia. (Instagram @cetul.22)

"...Penyebabnya ada beberapa faktor baik karena genetik maupun lingkungan."

SuaraBanten.id - Bayi ikan hiu yang ditemukan Abdullah Ferroh, nelayan asal Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) bikin gegar karena bentuknya dianggap mirip wajah manusia.

Bahkan keunikan dan keanehan bentuk bayi hiu ini menyedot perhatian dunia internasional. Media Amerika Serikat, nypost.com menulisnya dengan judul, “Baby shark with ‘human face’ looks like YouTube character.

Gemparnya penemuan bayi hiu itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) telah menghubungi dan mengirim dokumen bayi hiu itu, kepada dosen dan peneliti ikan/ Ichthyologist Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Charles PH Simanjuntak. Bagaimana hasilnya?

Janin ikan hiu yang disebut mirip dengan postur manusia (imanuel lodja/digtara)
Janin ikan hiu yang disebut mirip dengan postur manusia (imanuel lodja/digtara)

“Setelah membaca dan memperhatikan hasil pengumpulan informasi oleh petugas RKW Rote, bahwa spesies janin hiu adalah Carcharinus melanopterus atau blacktip reef shark. Spesies ini termasuk kategori rentan dalam daftar merah IUCN,” ujar Kepala BBKSDA NTT Timbul Batubara seperti dilaporkan Digtara.com--media jaringan Suara.com, Minggu (28/2/2021).

Baca Juga: Bayi Hiu Mirip Wajah Manusia: Pertanda Alam dan Berkah yang Harus Disyukuri

Menurutnya, bayi hiu yang diawetkan nelayan itu masih dalam kondisi janin atau fetus, berasal dari dalam tubuh induknya (belum dilahirkan). Bagian lubang atau bulatan adalah organ mata, namun posisinya belum berada pada bagian lateral (sisi tubuh) melainkan ventral (depan).

“Informasi ini sekaligus mematahkan dugaan bahwa kedua lubang adalah hidung. Mata yang tidak bermigrasi saat pembentukan embrio, yaitu berada pada bagian ventral, mengindikasikan adanya cacat bawaan atau congenital abnormalities, atau the birth deformity. Penyebabnya ada beberapa faktor baik karena genetik maupun lingkungan,” ucapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait