alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jokowi Dilaporkan ke Polisi oleh Pusat Gerakan Pemuda Islam

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 26 Februari 2021 | 16:36 WIB

Jokowi Dilaporkan ke Polisi oleh Pusat Gerakan Pemuda Islam
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Foto: Istimewa)

Pusat Gerakan Pemuda Islam melaporkan, Jumat (26/2/2021) siang ke Bareskrim Polri.

SuaraBanten.id - Jokowi dilaporkan ke polisi oleh Pusat Gerakan Pemuda Islam. Pusat Gerakan Pemuda Islam melaporkan Jokowi ke polisi soal kerumunan massa dalam kunjungan kerja di NTT.

Pusat Gerakan Pemuda Islam melaporkan, Jumat (26/2/2021) siang ke Bareskrim Polri.

"Hari ini kami hadir di Bareskrim Polri untuk melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan dua pejabat negara. Pertama Presiden RI, kedua Gubernur NTT (Viktor Laiskodat), hari ini kami datang untuk melaporkan hal tersebut," ujar Ketua Bidang HAM PP GPI, Fery Dermawan, di Jakarta, Jumat siang.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat melakukan kunjungan kerja di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (23/2/2021) lalu.

Baca Juga: Lagi, Jokowi Dilaporkan ke Polisi Soal Kerumunan Massa ke Bareskrim Polri

Dalam laporan itu, Pusat Gerakan Pemuda Islam membawa video yang diunduh dari Youtube dan juga capture berita dari media mainstream.

Video itu jadi barang buktinya untuk melaporkan.

Penggalan video tersebut menggambarkan pelanggaran prokes, berupa kerumunan massa. Bahkan di kerumunan itu Presiden Jokowi kemudian membagikan suvenir.

Di video, Jokowi membagikan kaos dari mobil atap terbuka dengan melemparkannya ke massa yang bergerombol tanpa jaga jarak.

"Kerumunan itu sudah ada dari sebelum presiden sampai ke lokasi jadi terkesan dibiarkan," ungkap Fery.

Baca Juga: Bawa Bukti Video Kerumunan, PP GPI Laporkan Jokowi dan Viktor ke Bareskrim

Selain itu, Fery juga berharap masih ada keadilan. Serta sebagai momentum untuk menagih janji Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahwa hukum tidak boleh tajam ke bawah tumpul ke atas, yang disampaikan kala fit and proper test di Komisi III DPR, beberapa waktu lalu. Sehingga di Indonesia ini, semua orang siapa pun itu, sekalipun seorang presiden semuanya sama di mata hukum.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait