alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Darurat! Pasien Positif Covid-19 di Banten Ditolak 42 RS Karena Penuh

M Nurhadi Senin, 18 Januari 2021 | 11:54 WIB

Darurat! Pasien Positif Covid-19 di Banten Ditolak 42 RS Karena Penuh
ILUSTRASI-Perawat menyiapkan tempat perawatan pasien Covid-19 tambahan di RSUD Suradadi / [Suara.com / F Firdaus]

Padahal sudah ada 42 RS yang dihubungi, tapi tidak ada satupun RS yang menerima. Pasien tersebut baru mendapatkan RS pada hari ketiga.

SuaraBanten.id - Wabah Covid-19 di Indonesia menunjukkan perkembangan yang kian memprihatinkan.

Virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China ini beberapa hari terakhir mencatatkan penambahan kasus dengan jumlah yang mengalahkan rekor harian sebelumnya.

Tidak terkecuali Banten, measki sempat melandai, kini kasus penambahan pasien Covid-19 di Banten kembali menunjukkan penambahan yang memprihatinkan.

Adanya penambahan kasus yang meningkat dari hari ke hari tentu membuat rumah sakit rujukan dan tenaga medis kewalahan.

Baca Juga: 10 RS Tolak Warga Depok Hingga Tewas Ternyata RS Resmi Rujukan COVID-19

Saat petugas kesehatan mulai tumbang, tentu hal ini akan berdampak sangat signifikan pada perkembangan wabah Covid-19 karena tidak adanya yang menangani pasien di rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives, ada salah satu kasus Covid-19 yang menampar wajah masyarakat Banten.

Dalam unggahannya di media sosial, CISDI menuliskan ada satu pasien positif Covid-19 dengan bawaan hipertensi, diabetes, stroke dan gangguan ginjal.

Namun, saat hendak dibawa ke RS untuk mendapatkan perawatan, tidak ada satupun RS yang menerima karena jumlah pasien Covid-19 sudah penuh.

Padahal sudah ada 42 RS yang dihubungi, tapi tidak ada satupun RS yang menerima. Pasien tersebut baru mendapatkan RS pada hari ketiga.

Baca Juga: Ya Tuhan! Ditolak 10 Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Meninggal di Taksi Online

Hal ini tentu tidak hanya jadi perhatian dari pemerintah dan tenaga kesehatan saja. Namun juga jadi peringatan bagi semua lapisan masyarakat agar lebih waspada dan lebih ketat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait