alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemberian Vaksin Covid-19 di Cilegon Hingga Tahun 2022, Ini Penjelasannya

M Nurhadi Selasa, 05 Januari 2021 | 15:32 WIB

Pemberian Vaksin Covid-19 di Cilegon Hingga Tahun 2022, Ini Penjelasannya
ILUSTRASI-Petugas mengangkut vaksin COVID-19 setibanya di Bandar Udara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (5/1/2021). Sebanyak 20.400 dosis vaksin COVID-19 Sinovac tiba di Kendari untuk didistribusikan ke Dinas Kesehatan di 17 Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara. [ANTARA FOTO]

Jadi hampir satu tahun. Dan yang terakhir masyarakat lainnya kurang lebih 27.020 orang yakni April sampai Maret 2022, ujar Dana.

SuaraBanten.id - Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Dana Sujaksani menyebut, 4 sasaran dan 4 tahapan vaksinasi COvid-19 yang bakal dilakukan di Kota Cilegon.

Pertama khusus untuk Tenaga Kesehatan (Nakes) yang jumlahnya 1.342 orang yang akan dilakukan dari Januari sampai dengan April 2021.

“Keseluruhan sasaran kuota vaksin seluruh Kota Cilegon itu yang melingkupi seluruh unsur adalah 251.426 orang, terdiri dari tenaga kesehatan sebanyak 1.342 orang, petugas pelayanan publik seperti TNI, Polri, Dishub, Satpol-PP dan yang berkaitan langsung dengan pandemi sebanyak 15.482,” ujar Dana, Selasa (5/1/2021).

Selanjutnya, vaksinasi untuk masyarakat rentan salah satunya pelaku ekonomi sebanyak 207.582 warga yang akan dilakukan mulai April 2021 sampai dengan Maret 2022.

Baca Juga: Biar Dipercaya Publik, Bupati Banyumas Bersedia Divaksin Covid-19 Pertama

“Jadi hampir satu tahun. Dan yang terakhir masyarakat lainnya kurang lebih 27.020 orang yakni April sampai Maret 2022,” ujar Dana, melansir Bantennews (jaringan Suara.com).

Sementara terkait distribusi vaksin, lanjutnya, pihaknya masih menunggu instruksi dari Pemprov Banten kapan pihaknya bisa untuk mengambil.

“Yang jelas kita sudah siapkan tempat penyimpanan vaksin lokasinya di Kantor Dinkes lama untuk nanti dijadikan tempat penyimpanan sementara vaksin sebelum didistribusikan ke rumah sakit klinik dan puskesmas,” tutupnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait