alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Berani Move On, Jujul Ajak Pemuda Banten Mulai Bertani di Tengah Pandemi

M Nurhadi Sabtu, 26 Desember 2020 | 15:16 WIB

Berani Move On, Jujul Ajak Pemuda Banten Mulai Bertani di Tengah Pandemi
Media Tanam Hidroponik. (Shutterstock)

"Sebenernya supaya swasembada bahan pangan, biar kita produksi sendiri di kota kelahiran dan tidak perlu ambil dari luar kota," kata Jujul.

SuaraBanten.id - Sulitnya mencari sayuran selama masa pandemi covid-19, memunculkan ide kreatif muda mudi masa kini di Kabupaten Serang. 

Belakangan, pemanfaatan lahan pertanian hidroponik dan organik menjadi tren tersendiri di masa pandemi covid-19. Salah satunya yang dilakukan Juliana Ratna bersama Ryan adhi nugraha.

Juliana Ratna atau yang akrab disapa Jujul menceritakan, awalnya ia mencari sayuran untuk dikonsumsi sendiri. Namun sulitnya mencari di pasaran membuatnya memiliki inisiatif dengan lebih memilih untuk menanam sendiri.

“Konsumsi sayuran untuk dirumah sendiri aja lumayan tinggi. Bisa tiap hari beli. Karena sering pengen beli sayuran dan herbs buat masak, cuma di supermarket gak ada. Jadi ya mikir kenapa gak tanam sendiri saja. Buat nambahin variasi sayuran yang ada juga, jadi bikin pasar sendiri di kampung kelahiran,” kata Jujul di temui pada pekarangan miliknya, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Sabtu (26/12/2020).

Baca Juga: Setelah Inggris, Varian Baru Virus Corona Juga Ditemukan di Prancis

Ia memanfaatkan lahan tanah seluas 35.000 meter persegi untuk tanaman organik dan 3 green house masing-masing 40 meter persegi. Dari lahan itu, Ia dapat menghasilkan banyak sayuran seperti bayam, pakcoy, selada, caisim, kangkung.

Tak hanya itu, ia juga mencoba menanam sayur- sayuran yang sulit dicari di pasar maupun super market seperti brussels sprout, selada romaine. Ia juga mencoba menanam tanaman romaine, thyme, dan basil. 

Bahkan, ia juga menanam buah-buahan seperti jambu biji, pepaya, lengkeng, lemon, jeruk nipis, berserta umbi, talas merah dan singkong.

"Sebenernya supaya swasembada bahan pangan, biar kita produksi sendiri di kota kelahiran dan tidak perlu ambil dari luar kota," jelasnya.

Menurutnya, berbisnis bahan pangan yang menjadi konsumsi sehari-hari tidak terlalu terdampak pandemi. Sehingga, ia lebih bertani untuk menjadi trendseter muda-muda masa kini.

Baca Juga: Pernikahan Online Pasien Covid-19 di Tulungagung

“Selain bergaya, kita bisa menghasilkan,” ujar Jujul.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait