Terakhir anak sulungnya Samsul Riyadi yang baru saja menikah ikut tinggal di Huntara.
Tinggal bersama anak yang sudah berkeluarga dirasakan tidak cukup karena luas Huntara tidak begitu luas.
Akibatnya, putranya itu menempati Huntara milik orang lain yang kosong karena ditinggalkan pemiliknya.
"Satu yang bontot masih tinggal bersama saya. Sekarang tinggal di Huntara lain karena huntara ini sempit. Terpaksa saya pinjam punya orang, karena kebetulan di sana kosong," terangnya.
Baca Juga:Tsunami Sering Terjadi di Desember? Ini Data BMKG
Anaknya terpaksa harus tinggal di Huntara milik orang lainnya, sebab Samsul belum mampu membuat rumah.
Apalagi pendapatan sebagai nelayan yang bekerja kepada orang hanya mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
"Kerjanya nelayan, itu pun kerjanya sama orang lain. Jadi belum bisa buat rumah," ujarnya.
![Durja korban tsunami Banten yang tinggal di Huntara Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, saat ditemui Rabu (23/12/2020). [Suara.com/Saepulloh]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/12/23/56332-korban-tsunami-banten-tinggal-di-huntara-sumber-jaya.jpg)
Durja menjelaskan, sebagian Huntara Sumber Jaya banyak ditinggalkan pemiliknya karena Huntara di Blok BRI dan Mandiri sudah tidak bisa gunakan karena longsor setelah di terjang hujan.
Menurutnya sudah tak kayak ditinggali. Sehingga sebagian korban tsunami Banten lainnya memanfaatkan Huntara yang ditinggalkan pemiliknya.
Baca Juga:Terdampak Bencana, Cadangan Beras di Dinsos Pandeglang Habis
"Ada yang longsor dan kondisinya tidak layak. Apalagi yang (Huntara) yang lima baris udah enggak ke isi sama orang. Pada sudah pindah orangnya ke rumah di kampung," tandasnya.