Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB Rifai yang mengaku sebagai bagian dari Satgas Covid-19 bidang Ubah Perilaku juga sempat menyinggung soal kerumunan itu. Ia mengaku khawatir terkait kerumunan tersebut dan juga ada sebagian yang tidak memakai masker.
"Karena ini dalam suasana kerumunan, khawatir karena saya juga bagian dari Satgas bidang ubah perilaku dimana masih ada saudara yang tidak memakai masker. Takut nanti ada beberapa paparan," ungkap Rifai saat menyampaikan sambutan.
Terkait kerumunan warga, Irna meminta maklum karena antusiasme para korban tsunami untuk melihat sosok Rifai karena telah membuatkan mereka tempat tinggal.
"Ya iyah syukuran, gak boleh ada kerumunan ada Pak Rifai. Mana sih Pak Rifai yang ngebantuin urang, iye boga imah sakitu mewah na, iye aya kerumunan (Mana sih Pak Rifai yang ngebantuin kita. Ini punya rumah mewah, ini ada kerumunan). Saya tanya mana masker yang ibu udah kasih. Minta lagi tiap ada kegiatan. Maklum lah," kata Irna.
Baca Juga:Cegah Sebaran Covid-19, Kampanye Pemilihan Lurah Jambidan Dilakukan Online
Juru bicara tim Satgas penanggulangan covid-19 Pandeglang, Ahmad Sulaeman sendiri mengakui adanya kerumunan dalam acara peresmian huntap tersebut.
Meski warga yang hadir di dalam podium menggunakan masker, warga yang turut hadir di sisi kiri cukup banyak yang tidak menggunakan masker. Hal ini menurutnya menunjukkan kuarangnya sosialisasi.
"Iya nih, tapi yang sebelah sini (sekitaran tenda acara, red) sudha kami himbau untuk menggunakan masker. Tapi yang sebelah sana kurang, tapi lumayan sih tidak terlalu berkerumun banget," imbuhnya.
Saat ditanyai perihal adanya potensi tes swab massal usai acara tersebut, Ia mengaku, para warga termasuk yang akan dites swab pada Senin nanti oleh pihak Puskesmas Labuan.
"Seluruh penghuni Huntap ini memang salah satu sasaran pemeriksaan swab. Nanti hari Senin depan pihak Puskesmas Labuan akan melakukan tes swab," tandasnya.
Baca Juga:Kasus Pelanggaran Prokes di Aksi 1812, Polisi Akan Periksa Penanggung Jawab
Kontributor : Saepulloh