"Saya sampai sekarang juga enggak menyangka sebenarnya dia meninggal dengan keadaan begitu. Afriyani itu orangnya penurut, enggak pernah membantah, termasuk sama saya," sebutnya di lokasi.
Wadudin berharap, jenazah Afriyani bisa segera dipulangkan ke Indonesia. Kemudian, kata dia, untuk perusahaan sponsor yang memberangkatkan ponakannya harus bertanggung jawab.
"Sampai sekarang perusahaan sponsor itu sama sekali tidak pernah datang ke sini untuk bertanggung jawab," tuturnya.
Sementara itu, Badri, ayah Afriyani, tidak bisa berkata banyak terkait putrinya telah meninggal.
Baca Juga:Mayat Dalam Koper di Mekkah, Afryani Dipulangkan ke Kronjo Tangerang
Dia lebih banyak menangis mendengar kabar tersebut.
"Saya cuma berharap dia ada di sini, kalau memang sudah tidak ada," paparnya sambil sesenggukan.
Sakit Stroke
Badri sudah lama mengidap penyakit stroke. Akibat itu dia pun juga sudah tidak bisa mengais rezeki untuk keluarganya.
Hal itu pun diungkapkan Umiyati yang menceritakan suaminya sudah lama mengalami stroke.
Baca Juga:6 Fakta Baru Penemuan Mayat WNI dalam Koper di Mekah
"Sudah lama bapak stroke. Jalan pun jadi agak susah. Jadi tidak bisa bekerja lagi cari uang. Makanya Afriyani sejak lulus sekolah langsung kerja cari uang," papaparnya.