alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gerindra Sebut Reuni 212 Tak Dilarang, Cuma Tak Bisa di Monas

Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih Selasa, 17 November 2020 | 17:45 WIB

Gerindra Sebut Reuni 212 Tak Dilarang, Cuma Tak Bisa di Monas
Suasana aksi reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta, Senin (2/12/2019). [ANTARA FOTO/Aruna]

Kawasan Monas masih ditutup sejak Pemprov DKI memberlakukan PSBB.

SuaraBanten.id - Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Syarif mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak melarang acara Reuni 212.

Hanya saja, kata Syarif, acara Reuni 212 tak boleh digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas).

Sejak tahun 2017 silam, Monas selalu digunakan sebagai tempat untuk acara Reuni 212.

Kekinian kawasan Monas masih ditutup sejak Pemprov DKI memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Terkait rencana Reuni 212 pada 2 Desember mendatangkan, diperkirakan PSBB masih diberlakukan.

"Pemprov DKI bukan melarang Reuni 212, tapi tempatnya. Monas tidak bisa dipakai karena pembatasan 20 persen," ujar Syarif saat dikonfirmasi, Selasa (17/11/2020).

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Syarif di Balai Kota. (Suara.com/Fakhri).
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Syarif di Balai Kota. (Suara.com/Fakhri).

Pernyataan tak mengizinkan acara Reuni 212 digelar di Monas juga sudah pernah diutarakan oleh Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria.

Namun banyak pihak menilai Pemprov DKI melarang acara tersebut digelar.

"Artinya izin Monas ya, bukan izin (Reuni) 212, jangan salah. Banyak yang dipelintir Pak Wagub bilang tidak mengizinkan Reuni 212, kurang kata di Monas," tuturnya.

Rizieq Shihab tiba-tiba muncul di acara Reuni 212 di Monas, Senin (2/12/2019). (Suara.com/Stephanus Aranditio)
Suasana acara Reuni 212 di Monas, Senin (2/12/2019). (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Selain itu, Syarif mengklaim sudah mendapatkan informasi dari Ketua Persaudaraan Alumni atau PA 212 Slamet Maarif bahwa Reuni 212 akan digelar secara virtual.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait