OTG Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Kasus COVID-19 Banten Semakin Ganas

Di kita klaster keluarga (mayoritas), kedua klaster perkantoran tapi bukan ASN saja," ujar Ati.

M Nurhadi
Sabtu, 19 September 2020 | 08:34 WIB
OTG Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Kasus COVID-19 Banten Semakin Ganas
Ilustrasi mobil ambulans membawa pasien Covid-19. [ANTARA/Rivan Awal Lingga]

Baru ada 7 rumah singgah yang tersedia di wilayah Tangerang Raya. Pihaknya sudah menginstruksikan semua daerah menyediakan rumah singgah.

“Provinsi kalau terjadi lonjakan kasus kita akan mensetting kantor di KP3B (Pemprov) yang gedung baru lagi finishing itu akan dijadikan rumah singgah. Kalau rumah sakit RSUD akan kembali jadi RS Rujukan Covid-19. Sekarang belum penuh kalau sudah hampir 100 persen kita buka kembali,” katanya.

Ati juga mengatakan, Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) yang diterbitkan Kemenkes memiliki sisi menguntungkan dan melemahkan.

“Sisi keuntungannya kalau OTG di RS dikhawatirkan ketika pasien yang mengalami gejala berat sedang membutuhkan maka akan penuh. Yang benar-benar membutuhkan bisa tertampung karena targetnya menurunkan angka kematian di Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga:Update Covid-19 Global: Kasus Harian Indonesia Tertinggi Ketiga Asia

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini