Indeks Terpopuler News Lifestyle

Security Pelabuhan Merak Tewas Terjepit Mobil yang Diparkirnya

Rizki Nurmansyah Sabtu, 12 September 2020 | 21:06 WIB

Security Pelabuhan Merak Tewas Terjepit Mobil yang Diparkirnya
Polisi melakukan olah TKP terkait kematian Ahmad Hariri (38), security di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Cilegon, yang tewas terjepit mobil, Sabtu (12/9/2020). [Dok. KSKP]

Jasad security malang itu langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

SuaraBanten.id - Ahmad Hariri (38), security di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten meregang nyawa usai terhimpit mobil yang sedang parkir mundur saat akan keluar dari kapal, Sabtu (12/9/2020).

Kepolisian Sektor Khusus Pelabuhan (KSKP) Merak, AKP Evishman mengungkapkan, kejadian bermula saat korban sedang memarkirkan mobil berjenis Toyota Hi-Ace yang akan keluar dari Kapal Jatra III usai tiba di Pelabuhan Merak dari Pelabuhan Bakauheuni, Lampung.

Namun, saat mobil sedang bergerak mundur. Korban yang saat itu berada tepat di belakang mobil justru terjepit. Sontak kejadian itu mengejutkan sang sopir yang langsung memajukan mobilnya.

"Iya itu di Kapal Jatra II, mobil mau keluar. Diparkir oleh securitynya. Mobil mundur dan si security itu kegencet. Yang bantu korban itu si supir, dia maju lagi mobilnya. Kejadian jam 03.09 WIB pagi tadi di Dermaga Eksekutif," ucap AKP Evishman, Sabtu (12/9/2020) malam.

Melihat kejadian itu, para crew kapal mencoba menolong korban. Namun korban meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Disampaikan AKP Evishman, sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus kecelakaan kerja tersebut. Sehingga belum menentukan siapa yang harus bertanggungjawab atas peristiwa tersebut.

"Kita belum bisa pastikan, kita masih selidiki. Cocokan dengan CCTV. Sudah tiga orang yang kita periksa, termasuk awak kendaraan kita periksa juga," tukasnya.

Jasad security malang itu langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan menganggap hal itu sebagai musibah.

Kontributor : Sofyan Hadi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait