Indeks Terpopuler News Lifestyle

Curhat Pelamar Kerja Jadi Operator Pabrik, Tes-nya Malah Disuruh Nyangkul

M Nurhadi Kamis, 03 September 2020 | 10:07 WIB

Curhat Pelamar Kerja Jadi Operator Pabrik, Tes-nya Malah Disuruh Nyangkul
Ilustrasi pelamar kerja (Unsplash/@benwhitephotography)

Niat melamar kerja, malah dikerjai HRD.

SuaraBanten.id - Wabah virus corona yang melanda hampir seluruh negara di dunia membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Tidak terkecuali di Indonesia.

Bagi para pencari kerja, terlebih disaat wabah seperti sekarang, pasti sangat menggembirakan jika akhirnya mendapatkan panggilan wawancara kerja.

Akan tetapi patut diingat, tidak semua panggilan wawancara kerja benar-benar valid. Terkadang, tidak jarang penipuan dengan modus wawancara kerja bersebaran di berbagai daerah.

Seperti yang belum lama ini viral di media sosial Twitter. Diunggah oleh akun  @hrdbacot, ia menunjukkan jepretan layar percakapan seorang pelamar kerja yang merasa "dikerjai" oleh perusahaan yang mewawancarainya.

Dalam percakapan berbahasa jawa tersebut, pelamar kerja yang belum diketahui namanya itu menceritakan kisahnya yang tiba-tiba disuruh mencangkul saat wawancara kerja.

Padahal, dalam lamarannya ia mengincar posisi sebagai operator. Namun, bukannya mendapatkan tes sesuai lamaran, ia justru disuruh mencangkul tanah dalam pabrik tersebut.

Ia kemudian mendapatkan jawaban agar menunggu panggilan selanjutnya, namun tidak ada satupun panggilan dari perusahaan tersebut. Saat ia bermaksud menanyakan hal itu, ia bahkan mendapatkan jawaban yang ketus dari perusahaan tempatnya melamar.

"Seumur-umur saya tes masuk sebagai operator kok baru kali ini disuruh nyangkul tanah," tulis pelamar itu dalam aplikasi Whatsapp.

Menurut penuturannya, setiap hari ada para pelamar yang mendapatkan tes serupa. Meski demikian, belum diketahui nama perusahaan tersebut.

Unggahan tersebut lantas mendapatkan berbagai reaksi dari warganet. Bahkan ada pula beberapa dari mereka yang pernah mengalami hal serupa.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait