Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dampak Optimisme Pemulihan Ekonomi, Harga Emas Berjangka Turun Tajam

M Nurhadi Kamis, 03 September 2020 | 08:37 WIB

Dampak Optimisme Pemulihan Ekonomi, Harga Emas Berjangka Turun Tajam
Ilustrasi emas batang dan uang Dolar AS [Shutterstock]

Faktor utamanya adalah dolar yang lebih kuat. (Emas) bergerak dalam arah yang sepenuhnya berlawanan dengan dolar hari ini," kata Edward Meir.

SuaraBanten.id - Pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), harga emas berjangka terpantau turun signifikan. Salah satu penyebabnya, kenaikan dolar AS dan rebound yang kuat di sektor manufaktur Amerika Serikat (AS) yang memicu harapan pemulihan ekonomi meningkat di tengah pandemi COVID-19.

Kontrak harga emas paling aktif terkait pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, terpantau anjlok 34,2 dolar AS atau 1,73 persen, ditutup pada 1.944,70 dolar AS per ounce.

Padahal, sehari sebelumnya, harga emas berjangka naik tipis 0,3 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.978,90 dolar AS.

Penguatan harga emas berjangka sebesar 3,7 dolar AS atau 0,19 persen menjadi 1.978,60 dolar AS terjadi pada Senin (1/9/2020). Setelah sebelumnya melambung 42,3 dolar AS atau 2,19 persen menjadi 1.974,90 dolar AS pada Jumat (28/8/2020), dan jatuh 19,9 dolar AS atau 1,02 persen menjadi 1.932,60 dolar AS pada Kamis (27/8/2020).

“Faktor utamanya adalah dolar yang lebih kuat. (Emas) bergerak dalam arah yang sepenuhnya berlawanan dengan dolar hari ini," kata Edward Meir, seorang analis ED&F Man Capital Markets, melansir Antara.

Angka pesanan pabrik AS yang baik untuk Juli juga jadi faktor yang membebani nilai logam mulia. Mata uang dolar juga menguat 0,5 persen, setelah sebelumnya berada di level terendah dalam dua tahun terakhir.

Pesanan barang buatan AS bahkan lebih besar dibandingkan perkiraan pada Juli lalu, sementara data manufaktur AS pada Selasa (1/9/2020) menunjukkan aktivitas mengalami percepatan mendekati level tertinggi dua tahun pada Agustus.

"Sejauh menyangkut ekonomi, Anda akan mendapatkan sedikit kenaikan dalam data ekonomi tetapi Anda tidak akan mendapatkan perubahan signifikan dalam ekonomi apa pun, tidak untuk waktu yang lama," kata Kepala Analis Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, di Chicago.

ia mengklaim,  para investor saat ini fokus pada laporan klaim awal pengangguran AS pada Kamis waktu setempat dan data penggajian non-pertanian pada Jumat (4/9/2020).

"Emas akan tetap didukung ketika para pembeli yang tetap aktif di tengah kewaspadaan dampak pandemi dan lingkungan suku bunga yang lebih rendah," tulis Direktur Pelaksana RBC Wealth Management George Gero.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait