Warga Baduy Sepakat Ganti Wisata Baduy Jadi Saba Baduy, Ini Penjelasannya

Bangun Santoso
Warga Baduy Sepakat Ganti Wisata Baduy Jadi Saba Baduy, Ini Penjelasannya
Sebagai ilustrasi: Warga Suku Baduy Luar dan Dalam mengikuti Seba Baduy, di Museum Negeri Banten, Kota Serang, Minggu (05/05/2019). [Suara.com/Yandhi Deslatama]

Dalam penjelasannya, masyaratak adat Baduy membantah tertutup dari tamu yang hendak bersilaturahmi

SuaraBanten.id - Masyarakat adat Baduy menggelar riungan besar untuk mencari solusi atas terbitnya surat kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta Baduy dihapus dari destinasi wisata nasional. Ada beberapa hal yang menjadi keputusan pertemuan yang dihadiri dari kalangan adat tersebut.

Pertama, Lembaga Adat Baduy membantah klaim Heru Nugroho cs yang mengaku mendapat mandat dari Lembaga Adat Baduy.

Kedua membantah bahwa Baduy tertutup dari tamu yang hendak bersilaturahmi. Ketiga, Lembaga Adat Baduy memohon kepada Pemerintah Pusat dan Daerah agar menghapus istilah Wisata Baduy, Destinasi Wisata Baduy dan sejenisnya, dan menggantinya dengan istilah Saba Budaya Baduy, baik berupa petunjuk jalan, bilboard maupun maupun nomenklatur yg ada di departemen atau dinas maupun yang masih menggunakan istilah Wisata Baduy.

Ketiga, Lembaga Adat Baduy meminta kepada pemerintah pusat dan daerah, media massa, pengguna medsos agar mulai saat ini merubah istilah Wisata Baduy menjadi Saba Budaya Baduy.

Salah satu pendamping masyarakat adat Baduy, Uday Suhada mengatakan, permintaan masyarakat adat Baduy tersebut sesuai dengan Perdes No.1 tahun 2007 tentang Saba Budaya dan Perlindungan Masyarakat Adat Kanekes (Baduy).

“Kebetulan waktu menyusun draft Perdes tersebut, saya terlibat dan diberi kepercayaan oleh lembaga adat. Mengapa harus saba, bukan wisata. Karena makna Wisata itu konotasinya negatif, menjadikan Baduy sebagai tontonan. Sedangkan makna saba, yaitu bersilaturahmi, saling menghormati adat istiadat masing-masing. Lebih dari itu, saba bermakna saling melindungi, saling menjaga,” kata Uday menjelaskan, sebagaimana dilansir Bantennews.co.id (jaringan Suara.com), Sabtu (11/7/2020).

Oleh karena itu, ia menambahkan jika para pihak memang memiliki komitmen yang sama untuk menjaga komunitas adat Baduy, mulai saat ini cara pandang harus diubah, menjadi Silaturahmi Budaya, atau Saba Budaya Baduy.

“Sebelum ke Baduy, sebaiknya baca dulu Perdes Saba Budaya Baduy,” katanya menambahkan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS