Warga Baduy Sepakat Ganti Wisata Baduy Jadi Saba Baduy, Ini Penjelasannya

Dalam penjelasannya, masyaratak adat Baduy membantah tertutup dari tamu yang hendak bersilaturahmi

Bangun Santoso
Minggu, 12 Juli 2020 | 07:35 WIB
Warga Baduy Sepakat Ganti Wisata Baduy Jadi Saba Baduy, Ini Penjelasannya
Sebagai ilustrasi: Warga Suku Baduy Luar dan Dalam mengikuti Seba Baduy, di Museum Negeri Banten, Kota Serang, Minggu (05/05/2019). [Suara.com/Yandhi Deslatama]

SuaraBanten.id - Masyarakat adat Baduy menggelar riungan besar untuk mencari solusi atas terbitnya surat kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta Baduy dihapus dari destinasi wisata nasional. Ada beberapa hal yang menjadi keputusan pertemuan yang dihadiri dari kalangan adat tersebut.

Pertama, Lembaga Adat Baduy membantah klaim Heru Nugroho cs yang mengaku mendapat mandat dari Lembaga Adat Baduy.

Kedua membantah bahwa Baduy tertutup dari tamu yang hendak bersilaturahmi. Ketiga, Lembaga Adat Baduy memohon kepada Pemerintah Pusat dan Daerah agar menghapus istilah Wisata Baduy, Destinasi Wisata Baduy dan sejenisnya, dan menggantinya dengan istilah Saba Budaya Baduy, baik berupa petunjuk jalan, bilboard maupun maupun nomenklatur yg ada di departemen atau dinas maupun yang masih menggunakan istilah Wisata Baduy.

Ketiga, Lembaga Adat Baduy meminta kepada pemerintah pusat dan daerah, media massa, pengguna medsos agar mulai saat ini merubah istilah Wisata Baduy menjadi Saba Budaya Baduy.

Baca Juga:Unggah Klarifikasi Warga Baduy, Bupati Lebak Heran Ada Mandat dari Luar

Salah satu pendamping masyarakat adat Baduy, Uday Suhada mengatakan, permintaan masyarakat adat Baduy tersebut sesuai dengan Perdes No.1 tahun 2007 tentang Saba Budaya dan Perlindungan Masyarakat Adat Kanekes (Baduy).

“Kebetulan waktu menyusun draft Perdes tersebut, saya terlibat dan diberi kepercayaan oleh lembaga adat. Mengapa harus saba, bukan wisata. Karena makna Wisata itu konotasinya negatif, menjadikan Baduy sebagai tontonan. Sedangkan makna saba, yaitu bersilaturahmi, saling menghormati adat istiadat masing-masing. Lebih dari itu, saba bermakna saling melindungi, saling menjaga,” kata Uday menjelaskan, sebagaimana dilansir Bantennews.co.id (jaringan Suara.com), Sabtu (11/7/2020).

Oleh karena itu, ia menambahkan jika para pihak memang memiliki komitmen yang sama untuk menjaga komunitas adat Baduy, mulai saat ini cara pandang harus diubah, menjadi Silaturahmi Budaya, atau Saba Budaya Baduy.

“Sebelum ke Baduy, sebaiknya baca dulu Perdes Saba Budaya Baduy,” katanya menambahkan.

Baca Juga:Suku Baduy Merasa Terusik, Minta Jokowi Hapus Wilayahnya dari Peta Wisata

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak