Indeks Terpopuler News Lifestyle

Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Klaster Baru COVID-19

Pebriansyah Ariefana Kamis, 09 Juli 2020 | 14:53 WIB

Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Klaster Baru COVID-19
Pondok Modern Darussalam Gontor 2, Ponorogo, Jawa Timur. (Antara)

Himbauan yang disampikan Ipong mengingat di wilayahnya telah muncul cluster baru. Yakni, cluster Pondok Pesantren Gontor 2.

SuaraBanten.id - Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengingatkan pada warganya agar semakin berhati-hati dengan adanya penyebaran virus corona (Covid-19). Ipong meminta agar masyarakat tetap mematuhi dan disiplin protokol kesehatan seperti hidup bersih dan tetap menggunakan masker.

Himbauan yang disampikan Ipong mengingat di wilayahnya telah muncul cluster baru. Yakni, cluster Pondok Pesantren Gontor 2.

Pondok Gontor terdeteksi 10 orang santri diyatakan positif Covid-19. Kemunculan kasus tersebut berawal dari salah seorang santri yang positif hingga menularkan ke santri lainnya.

"Ini berawal dari satu santri dan menyebar ke santri lainnya. Pasien ini berasal dari berbagai daerah, antara lain 2 orang dari Makassar (Sulawesi Selatan), 1 orang dari Manado (Sulawesi Utara), 1 orang dari Banjar (Kalimantan Selatan), 1 orang dari Ternate (Maluku Utara), 1 orang dari Gowa (Sulawesi Selatan)," terang Ipong, Kamis (9/7/2020).

Sebelumnya para santri datang ke Ponorogo sekitar 3 minggu yang lalu. Mereka datang untuk melakukan ujian masuk pondok Gontor.

Mereka datang dengan membawa surat keterangan kesehatan tapi tanpa disertai hasil rapid test.

"Saat pengumuman penerimaan, mereka dinyatakan diterima di Pondok Gontor Cab. Ternate. Untuk persyaratan perjalanan ke Ternate, tanggal 2 Juli mereka melakukan pemeriksaan RDT dan dinyatakan reaktif, dan setelah dilakukan pemeriksaan PCR hari ini dinyatakan positif. Selanjutnya mereka akan diisolasi di RSUD dr. Harjono," bebernya.

Selain 6 kasus tersebut, lanjut Ipong, terdapat juga 4 kasus tambahan positif lainnya, antara lain perempuan, usia 20 tahun, berasal dari Joresan (Mlarak). Dia adalah anak dari pasien konfirm no. 46 yang sudah meninggal.

Setelah bapaknya meninggal, Dinkes melakukan tracing terhadap kontak eratnya, dan hari ini anak perempuannya dinyatakan positif. Sementara 2 anggota keluarga yang lain hasil pemeriksaan PCR belum keluar.

Kedua, anak perempuan, 9 tahun, alamat Patihan Kidul (Siman). Dia adalah anak dari pasien no. 49, bagian dari hasil tracing kasus Ronowijayan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait