Pemkab Bangun Landmark di Gunung Karang, Abuya: Stop Sebelum Azab Turun

"Jangan menambah APBD dari sarang maksiat," ujar Abuya Murtadho.

Rizki Nurmansyah
Sabtu, 06 Juni 2020 | 15:24 WIB
Pemkab Bangun Landmark di Gunung Karang, Abuya: Stop Sebelum Azab Turun
Ulama Banten, Abuya Murtadho. (BantenHits)

SuaraBanten.id - Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Cidahu, KH Muhammad Murtadho Dimyati meminta Pemerintah Kabupaten Pandeglang menghentikan pembangunan landmark di lereng Gunung Karang, Banten.

Salah satu ulama karismatik di Banten ini bahkan memperingatkan Pemkab Pandeglang akan datangnya azab dari Allah SWT bila tetap melanjutkan pembangunan landmark senilai Rp 3,8 miliar itu.

Rencananya, landmark tersebut akan dibangun di lahan Perhutani yang berada di lereng Gunung Karang, Kampung Baru, Desa Kadu Engang, Kecamatan Cadasari.

"Assalamualaikum…Yang terhormat Bupati Pandeglang, punten (maaf), peringatan kangge (buat) pemerintah Pandeglang, khususnya Perhutani. Mohon distop Landmark Pandeglang dan Villa Biru sebelum azab Allah SWT turun ke Pandeglang," demikian isi pesan tersebut dikutip dari Banten Hits—jaringan Suara.com—Sabtu (6/6/2020).

Baca Juga:Perangi Rasisme, Michael Jordan Donasikan Rp 1,4 Triliun

Ulama yang populer disapa Abuya Murtadho ini mengatakan, seharusnya Pemda Pandeglang mau belajar dari kasus Pemda Lebak yang juga berencana membangun hal serupa.

Hingga kini rencana pembangunan di Lebak tinggal kenangan saja.

"Tak akan mampu membangun selama lima hingga 10 tahun," ujar putra kedua almarhum KH Muhammad Dimyati (Abuya Dimyati Cidahu).

Menurut Abuya Murtadho, jika Pemkab Pandeglang ingin meningkatan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), seharusnya mengembangkan agro bisnis di lahan itu yang akan lebih bermanfaat bagi masyarakat setempat.

"Tingkatkan APBD Pandeglang dengan agro bisnis sesuai dengan lahan yang pasti barokah. Jangan menambah APBD dari sarang maksiat. Ingat, pertanggungjawaban Ibu Irna (Narulita, Bupati Pandeglang) dan SKPD Pandeglang nanti di Mahkamah Tertinggi, Robbul Jalil nantinya," pintanya.

Baca Juga:Kecelakaan Maut, Pemotor Tewas Setelah Kepala Terlindas Mobil Boks

Gunung Karang yang memiliki tinggi 1.778 meter di atas permukaan laut, merupakan gunung tertinggi di Banten.

Di puncak gunung terdapat Sumur Tujuh juga makam keramat yang 'disakralkan' warga. Bahkan menjadi lokasi favorit wisata ziarah di Banten.

Tak hanya itu, di lereng gunung ini pun banyak terdapat situs peninggalan prasejarah di Kampung Pasir Peutey.

Peletakan batu pertama proyek pembangunan landmark Pandeglang itu sudah dilakukan pada 14 Oktober 2019 silam yang dihadiri Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Acara seremonial peletakan batu pertama pembangunan Landmark Pandeglang di Gunung Karang, Senin, 14 Oktober 2019. (Foto: BantenHits.com/Engkos Kosasih)
Acara seremonial peletakan batu pertama pembangunan Landmark Pandeglang di Gunung Karang, Senin, 14 Oktober 2019. (Foto: BantenHits.com/Engkos Kosasih)

Proyek itu akan memangkas lahan milik Perhutani di lereng Gunung Karang seluas 3.000 meter persegi. Landmark itu akan dibangun dengan panjang 150 meter, lebar 20 meter dan tinggi 20 meter.

Pemkab Pandeglang berharap dengan pembangunan landmark ini akan menjadi wisata kuliner, tempat singgah dan rekreasi.

Namun di sisi lain, landmark itu sudah lama dimanfaatkan warga sekitar untuk bercocok tanam sebagai mata pencaharian.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak