Pilkada Pandeglang, Vokalis Jamrud Tawarkan Pemimpin Bukan Hasil Oligarki

Chandra Iswinarno
Pilkada Pandeglang, Vokalis Jamrud Tawarkan Pemimpin Bukan Hasil Oligarki
Krisyanto Vokalis Jamrud (kanan) akan maju dalam Pilkada Pandeglang melalui jalur independen pada Tahun 2020 mendatang. [Suara.com/Yandhi Deslatama]

Mereka juga mengklaim pasangan Krisyanto di Pilkada Pandeglang adalah calon yang didorong dari kalangan arus bawah.

SuaraBanten.id - Tim pemenangan Vokalis band Rock Jamrud Krisyanto menyatakan konsep yang ditawarkan pasangan usungannya merupakan calon pemimpin yang bukan dari hasil oligarki hegemoni yang kerap mewarnai penyelenggaraan pilkada.

Mereka juga mengklaim pasangan Krisyanto di Pilkada Pandeglang adalah calon yang didorong dari kalangan arus bawah.

"Di Pilkada, oligarki itu menghegemoni, masyarakat dihidangkan pemimpin-pemimpin hasil oligarki dipaksa untuk memilih. Logika itu kita balik. Ini masyarakat mendorong pemimpin yang memang dukungan dari arus bawah," ungkap Ketua Tim pemenangan Pasangan Krisyanto-Henda Pranova, Irwan Dani kepada Suara.com pada Senin (16/12/2019).

Kata dia, hal itu dibuktikan pasangan Krisyanto dengan seniman Hendra Pranova melalui jalur perorangan berangkat dorongan dari arus bawah yang konsen terhadap kondisi masyarakat. Irwan juga menyatakan tak gentar jika harus berhadapan dengan siapapun termasuk dengan petahana Irna Narulita yang dikabarkan bakal maju kembali.

"Kita enggak keder, udah kita maju saja. Bahwa ini lah calon pilihan masyarakat. Pilihan arus bawah. Persoalan menang atau kalah itu bagian dari perjuangan. Kalau kita kalah tahun ini, masih ada momentum tahun depan," katanya.

Lagipula, pihaknya tak rela jika pesta demokrasi lima tahunan di Pandeglang hanya diikuti satu pasangan calon dan melawan bumbu kosong, seperti yang terjadi di Pilkada Kabupaten Lebak tahun 2018 lalu yang diikuti hanya satu pasangan calon.

"Kita enggak mau Pilkada Pandeglang lawan bumbu kosong, masih ada orang waras di Pandeglang ingin melihat demokrasi yang sehat. Saya enggak mau kasus Lebak itu terjadi di Pandeglang. Ini bukan bicara pertarungan pilkada, tapi ini bagian dari pendidikan politik. Kalau pilkada lawan bumbu kosong berarti demokrasi tidak sehat," katanya.

Lantaran itu, Irwan berharap pasangan Krisyanto-Hendra bisa memberikan harapan baru bagi kemajuan Kabupaten Pandeglang yang baru saja keluar dari status daerah tertinggal.

"Harapan kita bahwa Bang Krisyanto ini bisa memberikan harapan baru terkait pembangunan di Pandeglang. Karena bicara kepemimpinan dari kalangan birokrasi kita sudah pengusaha apa lagi. Dan ini, kami mau dorong dari seniman," katanya.

Kontributor : Saepulloh

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS