Ronald Seger Prabowo
Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia terus didorong menembus pasar global melalui produk kerajinan tangan yang inovatif dan berdaya saing. [Foto ist]
Baca 10 detik
  • UMKM binaan PT Astra International Tbk meraih potensi transaksi Rp104,9 miliar dalam Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD Tangerang.
  • Capaian tersebut mencakup potensi ekspor ke berbagai negara serta kerja sama strategis dengan jaringan ritel domestik terkemuka.
  • Keberhasilan ini didukung program pembinaan dan pelatihan ekspor yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Kadin Indonesia.

SuaraBanten.id - UMKM binaan PT Astra International Tbk (Astra) membukukan potensi transaksi Rp104,9 miliar dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, Banten.

Nilai tersebut terdiri atas potensi transaksi ekspor sebesar Rp103,14 miliar dan kerja sama dengan jaringan ritel domestik senilai Rp1,76 miliar. Kesepakatan itu tercatat dalam 12 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dan 19 letter of intent (LoI).

Sejumlah produk UMKM berpeluang menembus pasar internasional, di antaranya kakao dari Desa Sejahtera Astra Sikka, Nusa Tenggara Timur, untuk Australia; teri nasi dari Jepara untuk Jepang; pinang dari Jambi untuk India; serta biji kopi hijau (green bean) dari Cikoneng untuk Inggris.

Peluang ekspor lainnya mencakup ekstrak bunga telang dari UMKM Optima Global Harmoni binaan Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra untuk Korea Selatan serta produk rempah dari Banyuwangi untuk Pakistan.

Di pasar domestik, produk gula aren berbentuk kubus mini dari Temon Agro Lestari dan minuman rempah dari UMKM Sekar Jawi juga mencatatkan kesepakatan kerja sama dengan jaringan ritel.

Executive in Charge Astra Boy Gemino Kalauserang mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas akses pasar produk UMKM.

“Astra berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan potensi dan produk unggulannya agar semakin berdaya saing serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Perluasan akses pasar ini didukung program Desa Sejahtera Astra Export Champion yang dijalankan bersama Kementerian Perdagangan dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Program tersebut mencakup pelatihan ekspor, kurasi produk, hingga pertemuan bisnis dengan calon mitra.

Melalui program Desa Sejahtera Astra dan Yayasan Astra, perusahaan berupaya memperkuat kapasitas usaha serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Load More