- Labkesda Sumut menemukan tiga bakteri penyebab keracunan massal siswa di Karo pada September lalu.
- BPOM menarik susu formula Nestlé dan Danone akibat potensi kontaminasi toksin Bacillus cereus pada Januari 2026.
- Tan Shot Yen menekankan pentingnya pengawasan keamanan pangan di seluruh rantai produksi untuk mencegah toksin tahan panas.
SuaraBanten.id - Laboratorium Kesehatan Daerah Sumatera Utara menemukan tiga jenis bakteri, yakni Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, dan Escherichia coli, dalam sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan keracunan massal terhadap ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, pada September lalu.
Dokter sekaligus pendidik gizi Tan Shot Yen menilai temuan tiga bakteri sekaligus itu sebagai bentuk “pengabaian yang amat keterlaluan”.
Menurut Tan, persoalan keamanan pangan tidak selalu selesai dengan memasak makanan hingga matang. Dalam kondisi tertentu, bakteri dapat menghasilkan toksin yang tetap bertahan meskipun bakteri penghasilnya telah mati akibat pemanasan.
Risiko ini meningkat ketika makanan dibiarkan terlalu lama pada suhu yang mendukung pertumbuhan bakteri dan pembentukan toksin.
“Pada proses pemasakan bakteri bisa saja mati, tapi toksinnya tahan panas. Berlaku bagi semua kontaminan,” kata Tan, diterima SuaraBanten dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Salah satu contoh yang perlu diwaspadai adalah Bacillus cereus, bakteri pembentuk spora yang kerap dikaitkan dengan kontaminasi nasi dan makanan berbahan beras.
“Bakteri pembentuk spora yang sering mencemari beras dan nasi. Sporanya tahan panas, sehingga tidak mati saat nasi dimasak, terutama pada nasi yang disimpan pada suhu ruang,” ujar Tan.
Bakteri ini dapat menghasilkan toksin cereulide yang memicu mual dan muntah. Gejala keracunan akibat toksin tersebut dapat muncul sekitar 30 menit hingga enam jam setelah makanan dikonsumsi. Karena itu, penanganan nasi setelah dimasak menjadi bagian penting dalam pencegahan keracunan pangan.
Ditanya mengenai tahapan yang paling berisiko dalam penyediaan makanan MBG, Tan tidak menunjuk satu titik tertentu.
Baca Juga: Teka-teki Ledakan Pasar Cimanggis Terkuak, Ruko Ternyata Tempat Suplai Buah MBG
Menurut dia, bahaya dapat muncul sepanjang rantai pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemasakan, pemorsian, hingga makanan dikonsumsi.
“Mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, pemasakan, pemorsian, hingga saat dimakan. Itu titik krusial,” ujarnya.
Untuk dapur yang memproduksi ribuan porsi setiap hari, Tan menekankan pentingnya penerapan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), yaitu sistem untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengendalikan bahaya keamanan pangan pada titik-titik kritis dalam proses produksi.
Tan juga menanggapi kabar mengenai seorang siswi di Karo yang disebut “hilang ingatan” setelah mengalami keracunan. Ia menjelaskan bahwa gangguan fungsi otak atau ensefalopati dapat menyebabkan perubahan kesadaran, kebingungan, dan gangguan kognitif.
Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta dapat disebut amnesia atau kehilangan ingatan.
“Ensefalopati bukan hilang ingatan seperti amnesia,” katanya.
Berita Terkait
-
Teka-teki Ledakan Pasar Cimanggis Terkuak, Ruko Ternyata Tempat Suplai Buah MBG
-
Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Komisi III Sorot Kelebihan Bayar Rp1,5 Miliar pada Proyek RSUD Cilegon: Harus Ada Pertanggungjawaban
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Temuan 3 Bakteri di Makanan MBG Karo, Dokter Tan: Pengabaian Amat Keterlaluan
-
Dua Pemuda Sajira dan Warunggunung Diciduk Tim Penyidik Polres Lebak Saat Bawa Tembakau Sintetis
-
Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1
-
Hadiri Muktamar Al Khairiyah di Cilegon, Mardiono Bahas Swasembada Pangan
-
BRI Peduli Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur, Akses Sekolah dan Ekonomi Warga Makin Mudah