- Labkesda Sumut menemukan tiga bakteri penyebab keracunan massal siswa di Karo pada September lalu.
- BPOM menarik susu formula Nestlé dan Danone akibat potensi kontaminasi toksin Bacillus cereus pada Januari 2026.
- Tan Shot Yen menekankan pentingnya pengawasan keamanan pangan di seluruh rantai produksi untuk mencegah toksin tahan panas.
Adapun mengenai kelompok yang paling rentan mengalami keracunan, Tan mengingatkan bahwa tidak ada kelompok yang sepenuhnya bebas dari risiko.
Tingkat keparahan dapat berbeda-beda, bergantung pada jenis dan jumlah toksin yang tertelan serta kondisi kesehatan orang yang mengonsumsinya.
Risiko kontaminasi bakteri dan toksin tidak hanya menjadi persoalan dapur penyedia makanan dalam jumlah besar. Rantai produksi industri susu formula juga dapat menghadapi ancaman serupa, bahkan ketika produk dibuat di fasilitas dengan standar pengolahan yang tinggi.
Pada 14 Januari 2026, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan penarikan dua bets susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 produksi Nestlé di Swiss karena potensi keberadaan toksin cereulide.
Toksin tersebut dikaitkan dengan bakteri Bacillus cereus dan diduga berasal dari bahan baku minyak ARA (arachidonic acid), yakni asam lemak yang digunakan dalam formulasi produk.
BPOM menyatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan tidak mendeteksi toksin tersebut. Meski demikian, penarikan produk tetap dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk melindungi konsumen.
Sembilan hari kemudian, otoritas keamanan pangan Irlandia mengumumkan penarikan sejumlah bets produk susu formula Aptamil dan Cow & Gate milik Danone.
Penarikan itu juga dikaitkan dengan potensi kontaminasi pada bahan baku ARA dari pemasok di Cina. Langkah penarikan produk oleh kedua produsen tersebut dilaporkan menjangkau hampir 70 negara.
Bagaimana kontaminasi dapat terjadi dalam rantai produksi industri? Tan menilai persoalan itu menunjukkan bahwa susu bubuk tidak dapat dianggap steril.
Baca Juga: Teka-teki Ledakan Pasar Cimanggis Terkuak, Ruko Ternyata Tempat Suplai Buah MBG
“Pasti ada kontaminasi. Susu bubuk bukan produk steril,” katanya.
Namun, keberadaan bakteri dan terbentuknya toksin merupakan dua persoalan yang perlu dibedakan. Dalam kasus Bacillus cereus, toksin cereulide yang telah terbentuk relatif tahan terhadap panas.
Karena itu, pemanasan pada tahap pengolahan berikutnya tidak dapat diandalkan untuk menghilangkan toksin tersebut. Pencegahan kontaminasi dan pengendalian bahan baku menjadi bagian penting dalam menjamin keamanan produk.
Kasus dugaan keracunan makanan dalam program MBG dan penarikan susu formula memperlihatkan pentingnya pengawasan keamanan pangan di sepanjang rantai produksi.
Meski konteks dan mekanisme kedua kasus tidak sepenuhnya sama, keduanya menegaskan bahwa pengendalian tidak boleh hanya mengandalkan proses pemasakan atau pengolahan akhir.
Bagi pemerintah, Tan menekankan perlunya pengawasan yang konsisten. “Kontrol. Monitoring dan supervisi pihak terkait,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Teka-teki Ledakan Pasar Cimanggis Terkuak, Ruko Ternyata Tempat Suplai Buah MBG
-
Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Komisi III Sorot Kelebihan Bayar Rp1,5 Miliar pada Proyek RSUD Cilegon: Harus Ada Pertanggungjawaban
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Temuan 3 Bakteri di Makanan MBG Karo, Dokter Tan: Pengabaian Amat Keterlaluan
-
Dua Pemuda Sajira dan Warunggunung Diciduk Tim Penyidik Polres Lebak Saat Bawa Tembakau Sintetis
-
Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1
-
Hadiri Muktamar Al Khairiyah di Cilegon, Mardiono Bahas Swasembada Pangan
-
BRI Peduli Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur, Akses Sekolah dan Ekonomi Warga Makin Mudah