- Kemenperin menyatakan pertumbuhan industri makanan dan minuman meningkatkan potensi penggunaan kemasan aseptik kertas karton mencapai sembilan miliar per tahun.
- Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan penerapan Extended Producer Responsibility bagi produsen makanan dan minuman memerlukan penguatan pengawasan serta kolaborasi multipihak.
- PT Lami Packaging Indonesia melaksanakan program percontohan pengumpulan kemasan aseptik di Serpong pada Kamis, 24 September 2026.
Program tersebut menjadi upaya LamiPak untuk memahami proses pengumpulan kemasan aseptik kertas karton setelah dikonsumsi, sekaligus melihat berbagai kebutuhan yang muncul di lapangan.
Direktur PT Lami Packaging Indonesia, Hongbiao Li mengatakan, pengumpulan material merupakan bagian awal dari rangkaian pengelolaan yang masih membutuhkan tahapan lanjutan.
"Melalui UBC Collection Program, kami mendapatkan pembelajaran mengenai proses collection dan kebutuhan yang muncul di lapangan," katanya.
Selain UBC Collection Program, LamiPak juga menjalankan Program Pengelolaan Sampah Kemasan Aseptik Kertas Karton di Kabupaten Serang yang melibatkan 20 sekolah di Kecamatan Cikande.
Menurut Hongbiao, pengalaman dari berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah kemasan membutuhkan keterhubungan antartahapan, mulai dari pengumpulan hingga pengolahan dan pemanfaatan kembali material.
Pemerintah memiliki peran dalam kebijakan dan tata kelola, sementara industri dan brand owner dapat mendukung pengembangan sistem pengelolaan pascakonsumsi.
Di sisi lain, collection partner, recycler, offtaker, dan masyarakat turut berperan dalam memastikan material dapat bergerak dari sumber hingga proses pengolahan.
"Dari sisi industri, kami melihat bahwa pengelolaan kemasan pascakonsumsi merupakan bagian yang perlu dibangun bersama karena prosesnya melibatkan berbagai tahapan dan pihak," bebernya.
"Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, industri, pelaku EPR, collection partner, recycler, dan masyarakat menjadi penting untuk membangun sistem yang dapat berjalan secara berkelanjutan," pungkas Hongbiao.
Baca Juga: World Cleanup Day 2026, JHL Group Gandeng Banksasuci Bersihkan Sampah di Sungai Cisadane
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
World Cleanup Day 2026, JHL Group Gandeng Banksasuci Bersihkan Sampah di Sungai Cisadane
-
Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane
-
Tak Cukup Disiram dari Udara, Petugas Gunakan Metode Suntik Air ke Dalam Gunungan Sampah TPA
-
15 Ton Sampah Diangkat di Sungai Cibanten, Kota Serang Waspada Ancaman Banjir
-
Wabup vs Bapperida, Kebijakan TPA Bojong Menteng Serang Terpecah Belah?
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Sampah Karton Aseptik Melonjak, Kemenperin dan KLH Genjot Penerapan EPR
-
Istri Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Minta Pencarian Dilanjutkan hingga Krui dan Enggano
-
Pengakuan Yayat Yakin Mayat Tanpa Identitas di Pulau Enggano Adalah Ayahnya Usai Lihat Benda Ini
-
Gubernur Andra Soni Sampaikan Belasungkawa Langsung ke Keluarga Surakman
-
120 SD dan SMP di Cilegon Kelola Sampah di Sekolah, 35 Ton Berhasil Dikelola