Budi Arista Romadhoni
Rabu, 09 September 2026 | 11:31 WIB
Petugas dari SAR melakukan persiapan untuk operasi pencarian dan pertolongan terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (8/9/2026). [ANTARA/HO-Basarnas Banten]
Baca 10 detik
  • Tim SAR gabungan memperluas area pencarian tujuh jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari kedua, Rabu (9/9/2026).
  • Komunikasi terakhir rombongan dengan titik koordinat di perairan Selat Sunda terputus pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 15.04 WIB.
  • Enam unit kapal dikerahkan untuk menyisir wilayah seluas 271 nautical mile dengan dukungan kondisi cuaca laut yang relatif cerah.

Lokasi terakhir berada di titik koordinat dugaan 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Berdasarkan pendataan sementara Kantor SAR Banten, terdapat sedikitnya tujuh orang yang masih dalam pencarian (search and rescue atau DP).

Mereka antara lain pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, Donal yang merupakan pewarta lepas, serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

Cuaca Mendukung Operasi

Di tengah perluasan pencarian, kondisi cuaca di lokasi justru relatif mendukung. Berdasarkan informasi BMKG, cuaca terpantau cerah berawan dengan angin dari arah selatan menuju utara sekitar 14 knot.

Ketinggian gelombang berada pada kisaran 0,4 hingga 1 meter.

"Kondisi ini masih terhitung aman dan sangat efektif bagi kita untuk melaksanakan penyisiran di laut," ujar Riski.

Kondisi laut yang relatif bersahabat menjadi modal penting bagi tim gabungan untuk memaksimalkan penyisiran di wilayah yang semakin luas.

Keluarga Mulai Berdatangan

Baca Juga: Gagal Temukan Titik Terang hingga Malam, Basarnas Perluas Area Pencarian Rombongan Wartawan

Seiring operasi memasuki hari kedua, keluarga para jurnalis yang masih dalam pencarian mulai berdatangan ke posko SAR.

Basarnas menyampaikan perkembangan operasi kepada keluarga sekaligus memastikan koordinasi terus dilakukan selama proses pencarian berlangsung.

"Keluarga sudah mulai berdatangan, dan tadi kami sudah mengkomunikasikan perihal apa saja yang telah kami laksanakan. Mohon doa dari rekan-rekan media dan masyarakat agar tim SAR gabungan dapat segera menemukan korban dalam kondisi selamat," kata Riski.

Kini, harapan menemukan seluruh rombongan dalam kondisi selamat bertumpu pada operasi pencarian yang terus diperluas. Enam kapal menyisir ratusan mil laut, sementara titik terakhir komunikasi menjadi salah satu petunjuk utama untuk menemukan keberadaan mereka.

Load More