Andi Ahmad S
Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:46 WIB
Ilustrasi Durian Badui. [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/YU]
Baca 10 detik
  • Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mengonfirmasi panen raya durian dan manggis di belasan kecamatan mendongkrak ekonomi warga.
  • Bandar penampung bernama Acong merekrut 50 pekerja serta memasok ribuan buah durian dari berbagai kecamatan di Lebak.
  • Pedagang bernama Ade merekrut 10 tenaga kerja untuk menjual durian khas Badui dengan pendapatan mencapai Rp50 juta per hari.

SuaraBanten.id - Panen raya durian dan manggis di Kabupaten Lebak, Banten, tahun ini membawa angin segar bagi perekonomian lokal.

Melimpahnya hasil bumi dari sektor hortikultura ini terbukti menjadi roda penggerak ekonomi yang menyerap ribuan tenaga kerja lintas profesi mulai dari petani, buruh pemetik, buruh panggul, sopir angkutan, tengkulak, hingga pedagang pengecer di pasar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengonfirmasi bahwa panen melimpah tahun ini tersebar merata di belasan kecamatan.

Untuk wilayah utama yakni di Kecamatan Leuwidamar, Cirinten, Gunungkencana, Sobang, Muncang, Bojongmanik, Cijaku, dan Cigemblong.

Kemudian untuk wilayah penyangga yakni di Kecamatan Cibeber, Cilograng, Bayah, Cipanas, Lebak Gedong, Panggarangan, Cihara, Cikulur, dan Cimarga.

Buah durian dan manggis tidak sekadar menjadi hasil kebun bulanan, melainkan komoditas andalan yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat bawah.
"Perputaran uang dari rantai distribusi buah ini secara signifikan mendongkrak pendapatan warga setempat," katanya, dilansir dari Antara.

Pemerintah Kabupaten Lebak berharap para petani terus konsisten mengembangkan budidaya hortikultura ini agar potensi ekonomi daerah semakin kuat dan berkelanjutan di masa depan.

‎Acong (50), seorang bandar penampung buah durian dan manggis saat ditemui di Jalan Selatan Rangkasbitung, mengatakan dirinya merekrut 50 tenaga kerja untuk melayani permintaan pasar,.

‎Selama panen buah durian dan manggis membawa peningkatan ekonomi masyarakat, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan.

Baca Juga: Ratusan Kilometer Tanpa Alas Kaki: Kisah Sarip dan Samid, Kakak Beradik Badui Penjual Madu Odeng

‎Sebab, dirinya setiap hari memasok durian hingga 5 ribu butir per hari dengan harga rata-rata Rp20 ribu per butir.

‎Mereka konsumen kebanyakan pedagang eceran dari Rangkasbitung, Jakarta dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

‎"Kami mendapatkan pasokan durian dan manggis di sejumlah kecamatan di Lebak, seiring musim panen melimpah dari Agustus dan dipastikan Oktober mendatang," kata Acong.

‎Ade, seorang pedagang di Gang Kibun Rangkasbitung mengaku dirinya merekrut 10 tenaga kerja untuk melayani konsumen pecinta makan durian dan menghabiskan 1.000 butir durian per hari dengan harga rata-rata Rp50 ribu/butir, sehingga menghasilkan pendapatan Rp50 juta per hari.

‎Panen durian tahun ini melimpah, karena berbagai daerah di Kabupaten Lebak memasuki musim durian.

‎Namun, pihaknya hanya dipasok durian dari petani Suku Badui, karena memiliki keunggulan di antara buahnya tebal, beraroma juga manis.

Load More