- Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mengonfirmasi panen raya durian dan manggis di belasan kecamatan mendongkrak ekonomi warga.
- Bandar penampung bernama Acong merekrut 50 pekerja serta memasok ribuan buah durian dari berbagai kecamatan di Lebak.
- Pedagang bernama Ade merekrut 10 tenaga kerja untuk menjual durian khas Badui dengan pendapatan mencapai Rp50 juta per hari.
SuaraBanten.id - Panen raya durian dan manggis di Kabupaten Lebak, Banten, tahun ini membawa angin segar bagi perekonomian lokal.
Melimpahnya hasil bumi dari sektor hortikultura ini terbukti menjadi roda penggerak ekonomi yang menyerap ribuan tenaga kerja lintas profesi mulai dari petani, buruh pemetik, buruh panggul, sopir angkutan, tengkulak, hingga pedagang pengecer di pasar.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengonfirmasi bahwa panen melimpah tahun ini tersebar merata di belasan kecamatan.
Untuk wilayah utama yakni di Kecamatan Leuwidamar, Cirinten, Gunungkencana, Sobang, Muncang, Bojongmanik, Cijaku, dan Cigemblong.
Kemudian untuk wilayah penyangga yakni di Kecamatan Cibeber, Cilograng, Bayah, Cipanas, Lebak Gedong, Panggarangan, Cihara, Cikulur, dan Cimarga.
Buah durian dan manggis tidak sekadar menjadi hasil kebun bulanan, melainkan komoditas andalan yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat bawah.
"Perputaran uang dari rantai distribusi buah ini secara signifikan mendongkrak pendapatan warga setempat," katanya, dilansir dari Antara.
Pemerintah Kabupaten Lebak berharap para petani terus konsisten mengembangkan budidaya hortikultura ini agar potensi ekonomi daerah semakin kuat dan berkelanjutan di masa depan.
Acong (50), seorang bandar penampung buah durian dan manggis saat ditemui di Jalan Selatan Rangkasbitung, mengatakan dirinya merekrut 50 tenaga kerja untuk melayani permintaan pasar,.
Selama panen buah durian dan manggis membawa peningkatan ekonomi masyarakat, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan.
Baca Juga: Ratusan Kilometer Tanpa Alas Kaki: Kisah Sarip dan Samid, Kakak Beradik Badui Penjual Madu Odeng
Sebab, dirinya setiap hari memasok durian hingga 5 ribu butir per hari dengan harga rata-rata Rp20 ribu per butir.
Mereka konsumen kebanyakan pedagang eceran dari Rangkasbitung, Jakarta dan sejumlah daerah di Jawa Barat.
"Kami mendapatkan pasokan durian dan manggis di sejumlah kecamatan di Lebak, seiring musim panen melimpah dari Agustus dan dipastikan Oktober mendatang," kata Acong.
Ade, seorang pedagang di Gang Kibun Rangkasbitung mengaku dirinya merekrut 10 tenaga kerja untuk melayani konsumen pecinta makan durian dan menghabiskan 1.000 butir durian per hari dengan harga rata-rata Rp50 ribu/butir, sehingga menghasilkan pendapatan Rp50 juta per hari.
Panen durian tahun ini melimpah, karena berbagai daerah di Kabupaten Lebak memasuki musim durian.
Namun, pihaknya hanya dipasok durian dari petani Suku Badui, karena memiliki keunggulan di antara buahnya tebal, beraroma juga manis.
Berita Terkait
-
Ratusan Kilometer Tanpa Alas Kaki: Kisah Sarip dan Samid, Kakak Beradik Badui Penjual Madu Odeng
-
Filosofi 'Gunung Ulah Dilebur': Pesan Kuat 1.552 Warga Baduy dalam Seba 2026 untuk Penyelamatan Bumi
-
Waspada! 24 Warga Badui Digigit Ular Mematikan Sejak Awal Tahun
-
Datangi Gubernur, Ribuan Warga Badui Desak Kelestarian Hutan Lindung Banten Tetap Terjaga
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Kokoh Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia, Nilai Merek Tembus USD6,9 Miliar
-
HUT ke-500 Kabupaten Serang, Yanti Mustati Soroti Keberpihakan Pendidikan dan Rakyat
-
Niat Main Futsal Berujung Maut, Polisi Buru Rombongan Pelajar Pembawa Sajam di Tangsel
-
Tunggakan Pajak Mobil Mewah di Banten Capai Rp100 Miliar, Mayoritas di Tangerang Raya
-
Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan