- Wagub Banten Achmad Dimyati membantah putrinya menggunakan APBN untuk menonton konser K-Pop di Korea Selatan.
- Risya menetap di Korea Selatan untuk berkuliah dan memiliki penghasilan sendiri dari pekerjaan sambilan sebagai sales.
- Dimyati menanggapi tudingan viral tersebut dengan santai dan tidak berencana menempuh jalur hukum terhadap pengunggah.
SuaraBanten.id - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan tudingan miring yang menyeret nama Risya Azzahra Natakusumah, putri bungsu Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah.
Sebuah unggahan viral menyebutkan bahwa Risya menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai hobinya menonton konser K-Pop di Korea Selatan.
Menanggapi hal tersebut, Achmad Dimyati Natakusumah memberikan jawaban tegas guna meluruskan simpang siur informasi. Berikut adalah 6 fakta di balik klarifikasi sang Wakil Gubernur:
1. Bermula dari Unggahan Akun @bismillahyuk_
Isu ini mencuat melalui platform Threads oleh akun @bismillahyuk_ yang memperlihatkan foto-foto Risya saat menghadiri konser dan berpose dengan idol K-Pop.
Akun tersebut mengeklaim adanya estimasi biaya Rp25 juta hingga Rp40 juta lebih yang bersumber dari APBN. Tudingan ini seketika memicu kemarahan netizen, khususnya di kalangan penggemar K-Pop yang merasa ada ketidakadilan penggunaan uang negara.
2. Bantahan Tegas Penggunaan Uang Negara
Achmad Dimyati secara resmi membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa sebagai pejabat daerah, ia tidak memiliki akses untuk menyalahgunakan APBN demi kepentingan pribadi keluarga.
"Di APBN-nya di anggaran mana masuknya? Tidak mungkin lah. Jangankan pakai APBN, pakai APBD saja tidak mungkin karena semuanya dikelola sesuai ketentuan," ujar Dimyati di Serang, Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel
3. Risya Menetap dan Kuliah di Korea Selatan
Fakta yang jarang diketahui publik adalah Risya memang sudah lama tinggal di Negeri Gingseng. Ia saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Korea Selatan.
Oleh karena itu, kehadirannya di berbagai acara hiburan di sana merupakan aktivitas normal sebagai warga yang berdomisili di negara tersebut, bukan dalam rangka perjalanan dinas atau wisata yang dibiayai negara.
4. Bekerja Sampingan Sebagai "Sales" Tiket dan Foto K-Pop
Bukan sekadar mengandalkan kiriman orang tua, Dimyati mengungkapkan bahwa putrinya sudah diajarkan hidup mandiri di luar negeri. Risya diketahui memiliki penghasilan sendiri dari industri hiburan Korea Selatan.
"Dia di sana juga kerja sambilan. Jadi sales yang jual-jual foto K-Pop, kadang jual tiket juga. Jadi dia punya uang sendiri," ungkap Dimyati.
Berita Terkait
-
Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel
-
Sempat Ngaku Dilecehkan Tokoh Banten, Ida Farida Kini Cabut Laporan dan Sebut Isunya Hoaks
-
Viral Akun TikTok Unggah Foto Tak Senonoh Mirip ASN RSUD Berkah Pandeglang
-
Anak Berbakat Terancam Gagal Kuliah, 60.000 Calon Mahasiswa Jalur SNBP Mundur Massal?
-
Viral Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang, 2 Orang Luka dan Balita Terinjak
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran
-
Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan
-
Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi
-
Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya
-
Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut