- Pemerintah Provinsi Banten mulai memperbaiki Jembatan Piano di Kabupaten Serang yang telah rusak parah selama 25 tahun.
- Proyek jembatan baru ini ditargetkan selesai November 2026 dengan lebar lima meter untuk memperlancar akses mobilitas warga.
- Pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan meningkatkan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat setelah sempat lama terbengkalai dan berbahaya.
SuaraBanten.id - Jembatan Piano di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, yang menjadi penghubung ke wilayah Kabupaten Tangerang mulai diperbaiki usai 25 tahun kondisinya rusak parah.
Kondisi balok-balok kayu yang tersusun di lantai jembatan mulai lapuk dan berlubang dimakan usia. Bahkan papan-papan tersebut sudah terlihat renggang.
Gesekan kayu yang ditimbulkan saat kendaraan melintas menyerupai bunyi tuts piano. Dari situlah asal muasal masyarakat setempat menyebutnya Jembatan Piano.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jembatan yang memiliki lebar sekitar 2,5 meter dengan panjang sekitar 55 meter tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar tahun 2001 silam.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Mekarsari, Gulamudin mengatakan, masyarakat setempat sempat merasa hilang kepercayaan dirinya terhadap pejabat publik yang sesumbar akan memperbaiki Jembatan Piano.
Pasalnya, kata Gulamudin, hampir setiap calon kepala daerah selalu datang mengunjungi Jembatan Piano dan menjanjikan akan memperbaiki, meski hal itu tak kunjung terealisasi.
"Sampai ada janji dari Pak Gubernur (Andra Soni) untuk memperbaiki di sini sudah apatis. Sudah cuek aja karena terlalu sering dijanjikan. Tapi ternyata tidak. Setelah dijanjikan, ditinjau, kemudian tidak lama langsung diperbaiki," kata Gulamudin, Selasa (21/7/2026).
"Ini sungguh luar biasa, terima kasih Pak Andra Soni," imbuhnya.
Diungkapkan Gulamudin, kondisi jembatan yang mengalami kerusakan sempat membuat sejumlah kendaraan harus mengalami kecelakaan saat melintasi jembatan tersebut. Termasuk sejumlah kendaraan roda empat yang harus nyangkut lantaran balok kayu di lantai jembatan yang sudah renggang.
Baca Juga: Menteri Wihaji: Membangun Manusia Tak Seperti Bikin Jalan, Hasilnya Baru Terlihat Jangka Panjang
"Jembatan yang lana itu sudah banyak memakan korban. Motor juga ada yang jatuh, kalau mobil seringnya nyangkut. Apalagi pas musim hujan," ujarnya.
Diakui Gulamudin, dulu masyarakat setempat yang akan melintas di Desa Mekarsari terpaksa harus menggunakan perahu kayu, sehingga hal itu yang menjadi inisiasi dibangunnya jembatan secara swadaya oleh masyarakat kala itu.
"Dulunya sebelum ada jembatan ini, masyarakat yang melintas menggunakan perahu," ucap Gulamudin.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengaku, pembangunan Jembatan Piano dilakukan usai menerima aspirasi dari masyarakat. Hingga kini, prosesi pembangunan sudah berjalan sekitar 30 persen dan diproyeksikan selesai pada November 2026.
"Kalau jembatan yang lama itu hanya sekitar 2,5 meter dan dengan kondisi seadanya, bisa dilalui oleh satu mobil. Di jembatan yang baru ini bisa untuk dua mobil dengan lebar 5 meter dan bentangan sampai 60 meter," kata Andra.
Ia menerangkan, pembangunan infrastruktur merpati bagian dari komitmen pihaknya dalam rangka memberikan harapan baik bagi masyarakat, terutama anak-anak.
Berita Terkait
-
Menteri Wihaji: Membangun Manusia Tak Seperti Bikin Jalan, Hasilnya Baru Terlihat Jangka Panjang
-
Kabar Baik Pengendara Sukabumi - Bogor, Jembatan Pamuruyan Baru Mulai Beroperasi
-
Libur Idul Adha, Pantai Anyer Diserbu Ribuan Wisatawan
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang
-
Telan Rp3,5 Miliar tapi Mangkrak, Proyek Masjid Al Afghani Sukabumi Didesak Stop
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel
-
Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang
-
Firasat Tak Biasa Rekan Profesi Sebelum Jurnalis Antara Hilang di Krakatau: Sampai Ucap Kata Pamit