Hairul Alwan
Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:34 WIB
Ratu Amalia Hayani (Kedua kiri) terpilih menjadi Plt Ketua Golkar Cilegon, Sabtu 23 Mei 2026. [Hairul Alwan/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Ratu Amalia Hayani ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD Golkar Cilegon melalui rapat pleno pada 23 Mei 2026.
  • Penunjukan dilakukan karena ketua sebelumnya, Ratu Ati Marliati, mengundurkan diri untuk mencalonkan diri sebagai komisaris BUMD.
  • Plt Ketua bertugas melanjutkan program kerja partai serta mempersiapkan Musdalub untuk menentukan ketua definitif di masa depan.

SuaraBanten.id - Anggota DPRD Provinsi Banten, Ratu Amalia Hayani ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD Golkar Cilegon, Sabtu 23 Mei 2026. Sebanyak 36 pengurus DPD Goklar Cilegon, pengurus Kecamatan, dan organisasi pendiri dan didirikan (ormendi) menyepakati keputusan teresebut dalam Rapat Pleno di Kantor DPR Golkar Cilegon.

Sekretaris DPD II Golkar Cilegon sekaligus pimpinan rapat pleno tersebut, Mohammad Nasir mengungkapkan, penetapan Ratu Amalia Hayani menjadi Plt Ketua DPD Golkar Cilegon itu menggantikan ketua sebelumnya, Ratu Ati Marliati sesuai mekanisme Partai Golkar.

"Sesuai mekanisme organsasi yang berhak hadir rapat pleno sesuai AD ART sebanyak 39 orang ditambah dengan ormendi. Alhamdulillah ormendi hadir semua, dari 39 itu yang tidak hadir ada 3," katanya di hadapan awak media.

Kata dia, sesuai mekanisme organisasi, jumlah yang hadir sudah kuorum dan keputusannya secara aklamasi, mengusulkan Ratu Amalia Hayani sebagai Plt Ketua DPD Golkar Cilegon.

"Ini baru usulan,  walaupun kita putuskan di sini, tetap kita usulkan ke DPD I Golkar Provinsi Banten sebab yang memberi SK itu Provinsi Banten," paparnya.

Sejak ditunjuk sebagai Plt, Amel diberikan tugas memimpin DPD Golkar Cilegon paska Ratu Ati Marliati mengundurkan diri pada tanggal 27 April 2026 lalu.

Nasir mengungkapkan, alasan Ratu Ati mengundurkan diri karena mengikuti seleksi jabatan komisaris independen salah satu BUMD Kota Cilegon.

"Secara faktual seperti itu, syarat untuk menjadi komisaris itu kan, syaratnya kan tidak boleh menjadi pengurus partai," ungkapnya.

Terkait mekanisme penetapan ketua definitif, Nasir menyebut akan ditempuh setelah DPD 1 Golkar Banten mengeluarkan surat keputusan penetapan Plt Ketua.

Baca Juga: Bima Arya Soroti Kepemimpinan Wali Kota Cilegon, Sebut Pembangunan Sesuai Identitas Daerah

Kemudian, untuk menetapkan ketua definitif harus melalui mekanisme Musyawarah Luar Biasa atau Musdalub DPD Golkar Cilegon.

"Penentuan (Ketua) definitif itu harus ada musdalub. Persoalan musdalub-nya kapan, kita tunggu SK dari DPD Provinsi dulu," tutupnya.

Sementara itu, Plt Ketua DPD Golkar Cilegon, Ratu Amalia Hayani mengatakan, penetapan dirinya menjadi Plt Ketua sudah dijalankan sesuai mekanisme partai.

"Mekanisme sudah ditempuh, dan rapat pleno dihadiri hampir seluruh pengurus yang punya suara. Hasil pleno ini (selanjutnya) disampaikan ke ketua DPD I Golkar Banten," ungkap anggota DPRD Provinsi Banten itu.

Amel memastikan akan melanjutkan program yang telah dijalankan Ratu Ati Marliati. Ia mengaku akan menyiapkan perayaan Hari Raya Idul Adha untuk masyarakat, termasuk menyusun agenda lainnya termasuk mempersiapkan agenda Musdalub menetapkan ketua definitif.

Lebih lanjut, ia juga bakal melakukan konsolidasi internal DPD Golkar Cilegon memastikan program partai berlambang pohon beringin itu berjalan dengan baik.

Load More