- Laba J Trust bank didongkrak oleh pendapatan operasional lainnya yang tumbuh meroket hingga 172,70 persen YoY.
- Pertumbuhan kredit J Trust Bank tetap sehat, dibuktikan dengan rasio NPL yang terjaga dan modal kuat.
- J Trust Bank catat kinerja positif di Q3 2025, raih laba Rp63,74 Miliar ditopang aset berkualitas.
SuaraBanten.id - PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) berhasil mempertahankan tren kinerja positifnya hingga Kuartal III 2025 dengan membukukan laba bersih akumulatif sebesar Rp63,74 miliar.
Namun, di balik angka tersebut, terungkap sebuah fakta menarik. Pendorong utama profitabilitas J Trust Bank kali ini bukan hanya berasal dari bisnis inti penyaluran kredit, melainkan dari sebuah 'mesin baru' yang performanya meroket. Pendapatan operasional lainnya yang tumbuh secara eksplosif hingga 172,70 persen secara tahunan (YoY).
Lonjakan Pendapatan Non-Bunga Jadi Bintang Utama
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, J Trust Bank menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Data laporan keuangan per 29 Oktober 2025 menunjukkan bahwa Total Pendapatan Operasional Lainnya menjadi bintang utama dalam kinerja kuartal ini.
Angkanya melonjak drastis menjadi Rp198,51 miliar dari posisi Rp 72,85 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan masif sebesar 172,70 persen ini menjadi faktor kunci yang menopang Pendapatan Bunga Bersih sebesar Rp582,54 miliar, dan pada akhirnya mengantarkan bank mencatatkan laba bersih yang solid.
Lonjakan ini mengindikasikan keberhasilan J Trust Bank dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan di luar bunga kredit, seperti pendapatan berbasis komisi (fee-based income), keuntungan dari aktivitas tresuri, atau pendapatan non-operasional lainnya.
Bisnis Inti Tetap Tumbuh Sehat dan Terjaga
Meskipun pendapatan non-bunga menjadi sorotan, J Trust Bank tetap memastikan mesin utamanya berjalan dengan baik. Penyaluran kredit bruto tercatat tetap tumbuh menjadi Rp27,06 triliun dari Rp26,52 triliun (YTD).
Baca Juga: Raih Penghargaan Indeks Tempo-IDN Financials 52, BRI Optimistis BRI Tumbuh Berkelanjutan
Pertumbuhan ini diimbangi dengan perolehan dana pihak ketiga (DPK) yang juga naik menjadi Rp34,21 triliun dari Rp33,89 triliun (YTD), menunjukkan kepercayaan nasabah yang tetap terjaga.
Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai, mengatakan, Trust Bank berkomitmen untuk terus mengakselerasi pertumbuhan bisnis melalui penyaluran kredit dan pendanaan dengan profitabilitas yang berkelanjutan.
"Kami sangat memperhatikan upaya-upaya untuk menjaga kualitas aset yang sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan lanskap bisnis yang semakin menantang.”
Kualitas Aset dan Permodalan Jadi Benteng Pertahanan
Di tengah fokus pada pertumbuhan, J Trust Bank tidak mengabaikan manajemen risiko. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) berhasil dijaga di level yang sangat aman, jauh di bawah ambang batas regulator. NPL Bruto tercatat sebesar 2,71 persen dan NPL Net sebesar 1,81 persen.
Kesehatan permodalan bank juga semakin kokoh, tecermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang naik menjadi 13,69 persen pada Kuartal III 2025, dibandingkan posisi 13,08 persen pada Kuartal III tahun sebelumnya.
Berita Terkait
-
BRI Optimistis Pertahankan Kinerja Positif Lewat Dukungan Program Pemerintah dan Ekonomi Kerakyatan
-
Raih Penghargaan Indeks Tempo-IDN Financials 52, BRI Optimistis BRI Tumbuh Berkelanjutan
-
Strategi Efisiensi Hingga Sasar Energi Terbarukan, J Trust Bank Sukses Catatkan Laba Rp112 Miliar
-
Satu Dekade J Trust Bank, Catat Laba Bersih Rp112 Miliar dan Perkuat Kedekatan dengan Nasabah
-
Ekspansi Kredit Terukur, J Trust Bank Catatkan Laba Bersih Rp112,8 Miliar
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
DPRD Banten Desak Penelusuran Mendalam Dugaan Kebocoran Tangki PT Vopak
-
Ultimatum Wali Kota Cilegon ke PT Vopak: Pastikan Tak Ada Warga Terdampak
-
Puluhan Warga Sekitar PT Vopak Keluhkan Sesak Nafas, Pusing dan Mual
-
Misi Putus Kutukan 3 Tahun! Tavares Minta Persebaya Tampil Sempurna Lawan Dewa United
-
BREAKING NEWS! Tangki Timbun PT Vopak Indonesia Diduga Bocor, Kepulan Gas Oranye Membumbung Tinggi