- Wali Kota Serang menunjukkan komitmen kuat untuk memberantas korupsi bantuan sosial.
- Pemerintah Kota Serang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan.
- Ada langkah konkret yang diambil untuk memastikan transparansi dan akurasi penyaluran bantuan.
SuaraBanten.id - Sebuah ultimatum keras dilontarkan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, bagi para "tikus" yang berani bermain-main dengan dana bantuan sosial (bansos).
Ia menegaskan tidak akan ada ampun bagi oknum mana pun yang terbukti melakukan pemotongan dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi hak masyarakat miskin.
Peringatan ini bukan sekadar gertakan. Budi Rustandi membuktikannya dengan turun langsung mengawasi proses penyaluran bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) PKH dan paket sembako di Kantor Kecamatan Curug, Kota Serang, pada Jumat.
"Apabila sampai ada pemotongan, saya akan tindak tegas sesuai hukum," kata Wali Kota Budi Rustandi dengan nada serius.
Di hadapan warga dan aparat, Budi Rustandi secara terbuka meminta seluruh elemen masyarakat untuk menjadi mata dan telinga pemerintah.
Menurutnya, pengawasan publik adalah kunci untuk memastikan setiap rupiah bantuan sampai ke tangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tanpa disunat sepeser pun.
"Jumlah uangnya nih ya, teman-teman kawal juga, agar jangan sampai ada pemotongan. Hari ini saya turun langsung untuk mengawasi, melihat agar tepat sasaran, dan yang kedua jangan sampai ada pemotongan,” tegasnya.
Langkah ini merupakan bagian dari program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kota Serang. Kehadiran Wali Kota didampingi jajaran Dinas Sosial menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak ingin program krusial ini dicederai oleh praktik koruptif di level bawah.
Untuk memastikan transparansi, Budi Rustandi juga merinci besaran bantuan yang harus diterima masyarakat per tahapnya. Ia meminta warga untuk mencatat dan melaporkan jika ada selisih.
Baca Juga: Secercah Harapan untuk 18.000 Warga Serang: Bansos Rp2,2 Miliar Mengalir
Berikut adalah rincian dana PKH yang wajib diterima utuh oleh KPM:
- Anak SD: Rp225.000
- Anak SMP: Rp375.000
- Anak SMA: Rp500.000
- Ibu Hamil dan Balita: Rp750.000
- Lansia dan Disabilitas: Rp600.000
"Mudah-mudahan mulai di era pemerintahan ini, semua bisa dikontrol dan diawasi. Dan apabila ini tidak tepat sasaran, kita evaluasi," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Secercah Harapan untuk 18.000 Warga Serang: Bansos Rp2,2 Miliar Mengalir
-
Status Bahaya: Gelombang Setinggi 4 Meter Ancam Pesisir Lebak, Wisatawan Dilarang Keras Berenang!
-
Tragedi Balita Umar: 3 Fakta Menohok di Balik Klaim Sukses Jaminan Kesehatan Banten
-
Ironi Jaminan Kesehatan Banten: UHC Diklaim Sukses, Nyawa Balita Diduga Jadi Korban Prosedur
-
Tragedi Balita Umar: Diduga Ditolak RS Hermina, Gubernur Banten Murka dan Perintahkan Investigasi
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
PBNU Minta Ponpes Tanpa Izin Dilarang Beroperasi dan Dilarang Pakai Gelar Kiai
-
Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok
-
Rekor Tiga Kali Selundupkan Sabu dan Ekstasi ke Jakarta, Bareskrim Buru Jaringan Pilot Malaysia
-
Judol dan Pinjol Intai Buruh Banten, Ada Pekerja Terlilit Utang Miliaran hingga Kena PHK
-
Pilot Malaysia Terbangkan Pesawat ke Indonesia dalam Kondisi Positif Kokain hingga Ekstasi