SuaraBanten.id - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriyah / 2024 banyak umat muslim yang mulai membeli hewan ternak untuk dijadikan kurban. Tentunya, semua menginginkan hewan kurban yang dibeli untuk ibadah kurban dalam keadaan sehat.
Karenanya, untuk di Kabupaten Tangerang melayani pemeriksaan hewan kurban gratis sebagai upaya memastikan kesehatan hewan ternak yang akan dijadikan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah / 2024.
"Para peternak atau penjual hewan bisa datang ke kami untuk melakukan pemeriksaan hewan secara mandiri, dan kami juga siapkan petugas atau dokter yang ada di wilayah masing-masing," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatmika Sutrisno dikutip dari ANTARA, Rabu (22/5/2024).
Asep mengungkapkan, penjual atau peternak hewan kurban yang hendak melakukan pemeriksaan kesehatan bisa meminta bantuan ke Bidang Kesehatan Hewan pada DPKP setempat.
"Nanti kalau ada masyarakat yang memang ingin memeriksa hewannya bisa langsung menghubungi Bidang Keswan (Kesehatan Hewan)," jelasnya.
Kata Asep, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap ratusan lapak penjual hewan kurban dengan menurunkan 100 petugas yang dibekali pengetahuan mengenai ciri-ciri penyakit antraks.
Asep menyebut ratusan petugas itu bakal memeriksa seluruh hewan kurban yang memenuhi syarat baik dari fisik, gejala-gejala, dan sebagainya.
"Bila telah dibekali (pengetahuan) barulah mereka turun ke 664 lapak. Kemudian nantinya akan diberikan tanda sehat baik dari hewan itu sendiri maupun lapak berupa stiker," ujarnya.
Pihaknya juga akan menggandeng sembilan dokter hewan bila nanti ditemukan adanya hewan terindentifikasi mengalami penyakit. Namun, sejauh ini belum ada laporan atau ditemukan hewan yang mengidap antraks.
"Sebab kami juga rutin melakukan pemeriksaan dan memberikan vaksin kepada hewan ternak yang ada di Kabupaten Tangerang ini. Tidak hanya sapi, kerbau, kambing, dan domba pun rutin divaksinasi," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Alasan Elza Syarief Bela Gratis Lalu Tinggalkan Eks Wakil BGN di Kasus Korupsi MBG
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Mutasi Kilat Pemkot Cilegon Diterpa Isu Nepotisme: Istri Pejabat Diduga Jadi Prioritas Promosi
-
Pertamax Naik Ugal-ugalan, Pemkab Tangerang Siapkan Sembako Murah Besar-besaran
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
Catat Tanggalnya! SPMB Kota Serang Dibuka 29 Juni, Ada Jalur Swasta Gratis
-
Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka