SuaraBanten.id - Teka-teki penemuan mayat pria tanpa identitas penuh luka bacok yang ditemukan di pinggir jalan Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang pada Senin (25/3/2024) dini hari lalu berhasil diungkap Satreskrim Polres Serang.
Diketahui, mayat tanpa identitas itu bernama Ginanjar (30) warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Korban berprofesi sebagai penjual madu keliling dan saat ditemukan mengenakan pakaian adat khas baduy untuk meyakinkan konsumen bahwa madu yang dibawanya madu asli baduy.
Dari hasil penyelidikan polisi, korban tewas usai dibunuh bos madu yang merupakan mantan bosnya berinisial ES alias Along (43) warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat yang tinggal di Tangerang, Banten.
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko mengatakan, dalam menjalankan aksinya, pelaku ES dibantu rekannya ED (23) dan AL (25), keduanya warga Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.
"Setelah olah TKP untuk mengetahui identitas korban dan melaksanakan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Alhamdulillah belum sampai 24 jam, kita sudah mengidentifikasi siapa pelakunya. Dan kita amankan 2 dari 3 pelaku (inisial ES dan AD) yang membunuh korban," katanya, Kamis (28/3/2024).
Kata Condro, pelaku ES ditangkap di sekitar Terminal Kalideres, Jakarta Barat saat hendak melarikan diri pada Selasa (26/3/2024) dini hari. Sedangkan pelaku ED ditangkap di rumah kontrakannya di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, sementara pelaku AL masih dalam pengejaran.
"Kita amankan 2 dari 3 pelaku yang melakukan pembunuhan terhadap korban," ujarnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady mengungkapkan, motif pembunuhan terhadap korban dilakukan atas dasar dendam karena pelaku ES merasa sakit hati dengan ucapan korban sebelum mengundurkan diri 4 bulan silam.
Atas dasar itu, lanjut Andi, pelaku ES pun meminta tolong kepada pelaku AD dan AL untuk menjebak korban agar datang ke Banten untuk membeli madu asli baduy dengan harga murah agar bisa dieksekusi di tempat yang sudah ditentukan.
"Korban itu mantan karyawan pelaku ES, di mana sudah 4 bulan yang lalu sudah resign karena cekcok sama pelaku. Motifnya dendam dan sakit hati atas prilaku ucapan korban selama masih hidup. Pelaku ES dan korban ini sebetulnya masih sekampung," kata Andi.
"Setelah dipancing, korban datang, dan dijemput di Balaraja oleh salah satu pelaku yang DPO. Dan 2 orang ini (pelaku ES dan AD) sudah nunggu di TKP, setelah (korban) sampai langsung dibacok," lanjut Andi.
Andi mengungkapkan, dari hasil autopsi terhadap jasad korban ditemukan sebanyak 17 luka bacokan dan 5 tusukan di tubuh korban dan 1 luka hantaman benda tumpul di bagian kepala.
"Dan yang bikin korban meninggal itu adanya hantaman benda tumpul di kepala bagian belakang," ujar Andi.
Saat ini pelaku ES dan AD sudah mendekam di ruang tahanan Mapolres Serang, sementara pelaku AL masih dalam pengejaran. Dari tangan para pelaku turut diamankan sebotol madu, 1 unit motor Jupiter MX warna biru dan sebilah golok yang digunakan membunuh korban.
"Kita pakai pasal 338 dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan ancamannya itu penjara seumur hidup dan hukuman mati," tandas Andi.
Tag
Berita Terkait
-
Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM
-
Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas
-
Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer
-
Hari ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang: Tim SAR Sisir 4.600 Mil Persegi Lewat Laut dan Udara
-
Warga Carita Gelar Doa untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel