SuaraBanten.id - Sampah plastik mungkin sering anggap tidak bernilai oleh kebanyakan orang. Seringkali, sampah plastik langsung dibuang ke tempat sampah atau hanya menjadi tempat sementara untuk mengumpulkan sampah sebelum dibuang ke tempat sampah besar.
Namun, siapa sangka sampah plastik ternyata bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, mulai dari diubah menjadi bahan bakar berupa solar dan bensin, dibuat menjadi salah satu campuran aspal atau aspal plastik untuk perbaikan jalan hingga tabungan umrah.
Pengolahan sampah plastik menjadi bensin, aspal plastik hingga tabungan umrah itu diinisiasi oleh PT Chandra Asri bekerjasama dengan Bank Sampah Digital. Pengolahan sampah plastik terintegrasi dalam program Pengolahan Sampah Terintegrasi Berbasis Masyarakat (Sagara) serta Industri Pengelolaan Sampah Terpadu-Atasi Sampah (IPST ASARI).
Head of Corporate Communication Chandra Asri, Chrysanthi Tarigan mengatakan, berbagai sampah plastik bernilai ekonomi tinggi serta kertas, logam, besi, dan beling dikumpulkan dan dikonversi menjadi tabungan senilai rupiah.
"Untuk sampah plastik yang tergolong low-value, seperti kresek dan sachet, kemasan snack dikirim ke IPST ASARI untuk dipilah sesuai jenisnya, kemudian dicacah dan diolah dengan mesin pirolisis menjadi bahan bakar" papar Santi.
"Jenis bahan bakar yang dihasilkan berupa Bensin Plas, Minyak Tanah Plas, dan Solar Plas, bahan bakar yang telah diolah kemudian didistribusikan kembali untuk keperluan masyarakat dan UMKM di Desa Anyar, Kabupaten Serang," imbuhnya.
Keterlibatan warga yang ikut serta mendukung pengelolaan sampah plastik menjadi bahan bakar dan menabung terbilang cukup banyak yakni mencapai sekira 225 Kepala Keluarga (KK) atau sekira 900 orang penerima manfaat.
"Hingga Desember 2022 sudah sebanyak 17 ton sampah dikumpulkan. Untuk Total BBM Plas yang disalurkan hingga Maret 2023, mencapai 1.079 liter dengan mengolah 1402,7 kg sampah plastik low-value," paparnya.
Selain bahan bakar, Santi juga menjelaskan soal manfaat pengumpulan sampah plastik yang juga menjadi campuran untuk aspal plastik. Bahkan aspal platik itu sudah dimanfaatkan di beberapa jalan akses menuju lokasi wisata Anyar hingga jalur mudik lebaran 2023 lalu.
Baca Juga: Di LMS 2023, Chandra Asri Kenalkan Impact Story Melalui Konten Kreatif Dalam Isu Keberlanjutan
"Kami ikut membantu memperbaiki Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang sempat menjadi jalur Mudik Lebaran 2023 ke Pelindo Banten, 661.000 lembar plastik yang di-mixing antara plastik dengan aspal untuk perbaikan JLS," papar Yanti.
Aspal Plastik Untuk Perbaikan Jalan
Tak hanya di Jalan Lingkar Selatan (JLS) saja, penggunaan aspal plastik yang diolah Chandra Asri juga sudah di terapkan di beberapa daerah di luar Cilegon dan Serang Banten. Kata Yanti, sebagai pilot project awalnya aspal plastik digunakan di Chandra Asri Site Office pada 2018 lalu sepanjang 1,6 kilometer.
Sementara pada 2019 aspal plastik kembali terapkan di Chandra Asri NPE Plat. Pada tahun itu juga aspal plastik pertama kali digunakan di luar Chandra Asri yakni di Kota Cilegon, Kota Tegal, Kabupaten Bogor/BBP JN VI, Bina Marga PUPR dengan total 39 titik sepanjang 20,6 kilometer.
Pada 2020, aspal plastik digunakan di Kota Semarang/UDINUS, Chandra Asri B1/MTBE Plat, Kota Depok/UI, Kota Kudus/Djarum sebanyak 8 lokasi dengan panjang 15,3 kilometer. Sementara pada 2021, aspal plastik diterapkan di BSD City/Sinarmas Land, Chandra Asri Monomer Plat, Gunung Sugih, Cilegon di Pancapuri dengan total panjang 13,2 kilometer.
Sedangkan pada tahun lalu, tepatnya 2022, aspal plastik diterapkan di Kabupaten Garut, BSD City/Sinarmas Land, dan Marunda/Shell dengan total 9 lokasi sepanjang 27,4 kilometer.
Berita Terkait
-
Kurangi Ketergantungan Plastik, BRIN Kembangkan Potensi Kemasan dari Sumber Daya Laut
-
Enzim Bakteri Bisa Urai Plastik, Ilmuwan Kembangkan Material Biodegradable
-
Kilang Balikpapan Hampir Rampung, Impor Bensin RI Berpotensi Turun Separuh
-
Sosok Barbarossa dan Gibran, Dua Anak Menhaj Gus Irfan yang Diangkat Jadi Tenaga Ahli Kemenhaj
-
Menteri Haji Pangku Dua Anak Sendiri Jadi Tenaga Ahli, Ada Potensi KKN
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu