SuaraBanten.id - Seorang pria berinisial D (36) warga Desa Alang-alang, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten berhasil menipu korbannya YS (45) warga Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten hingga puluhan juta rupiah dengan mengaku sebagai dukun pengganda uang.
Korban YS yang juga seorang pengelola BRILink itu melaporkan nasib yang menimpanya ke Polres Serang. Alhasil, pelaku D ditangkap Satreskrim Polres Serang di kediamannya pada Selasa (1/10/2023) lalu.
Kapolres Serang AKBP Wiwin Setiawan mengatakan, kasus yang menimpa korban YS terjadi sekitar bulan September 2023 usai korban dikenalkan oleh temannya kepada pelaku D.
"Pelaku dikenalkan dengan korban oleh seseorang karena bisa menggandakan uang, bahkan bisa menarik uang miliaran rupiah secara gaib," kata Wiwin, Kamis (12/10/2023).
Mendengar hal tersebut, korban yang berprofesi sebagai pengelola kios BRILink di Kabupaten Serang itu pun tergiur bertemu pelaku D. Bahkan korban menyampaikan akan membagi uang tersebut kepada pelaku D bila berhasil menggandakan uang yang diserahkannya.
"Kemudian korban menyerahkan uang Rp12,5 juta kepada pelaku D untuk membeli minyak sebagai persyaratan menarik uang secara gaib," kata Wiwin, Kamis (12/10/2023).
Selang beberapa hari usai korban menyerahkan uangnya, pelaku D malah kembali meminta sejumlah uang dengan alasan membeli madat dan kemenyan sehingga korban memberikan uang sebesar Rp51,5 juta kepada pelaku secara bertahap.
"Pemberian uang sebanyak Rp51,5 juta dilakukan dengan cara transfer M-Banking secara bertahap. Jadi total uang yang diberikan korban itu sebanyak Rp64 juta," katanya.
Kata Wiwin, korban mulai menyadari jadi korban penipuan usai beberapa hari menunggu uang yang dijanjikan pelaku tak kunjung ada, malah pelaku D sempat meminta uang kembali kepada korban.
Baca Juga: Warga Lebak dan Pandeglang Deklarasikan Dukung Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024
"Merasa telah ditipu, korban YS kemudian melapor ke Mapolres Serang," ujar Wiwin.
Wiwin mengungkapkan, saat pihaknya mendatangi kediaman pelaku D, ditemukan sebuah ruangan kecil yang dijadikan tempat ritual perdukunan untuk mengelabui korban, termasuk sejumlah alat yang digunakan untuk proses ritual.
"Di dalam rumah pelaku diamankan 34 potongan kertas putih seukuran uang keetas yang di atasnya diselipkan uang asli pecahan seratus ribuan. Juga diamankan peralatan ritualnya," paparnya.
"Ditemukan ruangan kecil untuk ritual artinya diduga pelaku sudah cukup lama melakukan praktek penipuan ini. Jadi masyarakat yang merasa jadi korban untuk segera melapor ke kami," lanjut Wiwin.
Saat ini, pelaku D sudah mendekam di balik jeruji besi Mapolres Serang. Atas perbuatannya, pelaku D dijerat pasal 378 jo 372 KUHPidana dengan ancaman penjara maksimal 8 tahun.
Kontributor: Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang
-
Jasad ABK Surakman Ditemukan, Keluarga Tak Kuasa Menahan Tangis di Rumah Duka
-
Lagi, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pesisir Pantai Mukomuko Bengkulu
-
Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta
-
Kepala Basarnas Banten Pastikan Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK yang Masih Hilang Tidak Berlanjut
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL
-
Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi
-
Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD