SuaraBanten.id - Viral di media sosial dugaan sepasang remaja mesum di kawasan Puspemkab Kabupaten Tangerang.
Video mesum tersebut tersebar di berbagai media sosial. Hal itu membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang bergerak cepat untuk menangani kasus video viral asusila tersebut.
Dalam video tersebut, terdapat dua anak di bawah umur, namun Kepala Desa Ranca Buaya, Supandi, membantah terjad adegan tindak susila.
Meski demikian, Satpol langsung mencari pelaku yang ada di video tersebut dan menghubungi kedua orangtua pelaku dalam video tersebut.
“Saat kita temui ternyata kedua pelaku pemeran video tersebut diketahui masih dibawah umur. Komunikasi kita lakukan secara persuasif kepada keluarganya. Pihak keluarga masing-masing pelaku itu pun sudah kami lakukan mediasi di Kantor desa setempat,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi, Sabtu (27/5/2023).
Menurut Fachrul, pihak keluarga meminta maaf atas kelakuan kedua anak dalam video itu.
“Yang jelas ini menjadi pelajaran buat kita semua, termasuk pihak orangtua dan sekolah dalam pengawasan, pembinaan dan cara mendidik anak-anaknya,” ujarnya
Agar tidak terulang kembali hal tersebut, kata Fachrul, pihaknya akan meningkatkan pengawasan khususnya di wilayah pusat Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Pasalnya patroli rutin sudah sering dilakukan. Namun, pada saat kejadian tersebut para personek sedang melakukan kegiatan penegakan Perda dan pengamanan di wilayah Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Rebecca Klopper Hadapi Kasus Video Syur, Fadly Faisal Janji Siap Lakukan Hal Ini
“Jumlah personel Satpol PP terbatas. Saat kejadian tersebut juga sedang ada beberapa kegiatan yaitu pengamanan keberangkatan calon jamaah haji, penertiban PKL di Teluknaga, dan peninjauan rencana revitalisasi Pasar Kutabumi serta menindaklanjuti laporan dari masyarakat Kecamatan Sindang Jaya dan Rajeg, perihal pembakaran sampah bekas limbah yang mengganggu Trantibum,” ujar Fachrul dalam keterangannya.
Kepala Desa Ranca Buaya, Supandi, mengatakan, telah dilakukan mediasi yang didampingi Satpol PP Kabupaten Tangerang di kantor Desa setempat. Kedua pelaku tidak melakukan hubungan badan seperti yang ada di video.
“Setelah kami lakukan mediasi kepada dua pelaku, mereka mengatakan bahwa mereka hanya bermain di taman dan tidak sedang melakukan perbuatan asusila pada saat itu,” terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia